Sabtu, 4 April 2026

Dinas Pendidikan Kota Batam Mempersiapkan Proses Pemindahan Siswa Warga Rempang

spot_img

Berita Terkait

spot_img

 

batampos – Dinas Pendidikan Kota Batam terus mempersiapkan proses pemindahan siswa dari sejumlah sekolah yang ada di Rempang. Sedikitnya sudah ada tujuh siswa yang bersedia pindah ke Batam.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Tri Rubianto mengatakan total semua sudah ada 23 siswa yang mau pindah dari Rempang dan tujuh orang di antaranya bersedia dipindahkan ke Batam. “Sisanya keluar Batam. Baru sebatas mengajukan, belum pindah. Ini kita lagi persiapkan proses pemindahannya,” kata Tri.

Untuk siswa yang pindah ke Batam, Disdik akan menyesuaikan sekolah dengan tempat tinggal mereka. “Untuk sekolah sudah siap semua. Tinggal kapan waktunya mereka pindah,” kata Tri.

Seperti diketahui, sejak awal pemerintah berencana memindahkan masyarakat yang berada di dalam kawasan pengembangan Rempang Eco City, Dinas Pendidikan Kota Batam telah mempersiapkan lokasi sekolah untuk menampung sementara siswa yang sekolahnya akan digeser. Ada sejumlah sekolah yang sudah dikonfirmasi Disdik bersedia menampung siswa dari Rempang.

“Untuk kapasitas daya tampung dan segalanya macam kita pastikan aman. Yang penting mereka mau pindah dulu,” kata Tri.

Di lain pihak, jajaran Polsek Batuaji menyambangi rumah kediaman Sarina, warga kampung tua Pasir Panjang RT01/RW03, Rempang yang sudah pindah ke Perumahan Taman Pesona Indah (TPI) Kelurahan Tanjunguncang, Batuaji, Jumat (29/9). Selain menyampaikan ucapan terima kasih karena telah mendukung program pemerintah, jajaran Polsek yang dipimpin Kapolsek AKP Sandy Pratama Putra juga menyerahkan bantuan sosial kepada keluarga Sarina.

Sarina tampak ceria saat menjumpai rombongan anggota Polsek Batuaji itu. Dia mengaku baik-baik saja semenjak pindah ke perumahan tersebut.

“Baru di sini pak, tapi alhamdulillah baik-baik saja kami sekeluarga,” ujarnya.

Kepada polisi, Sarina mengaku bahwa bantuan pemerintah dengan proses pemindahannya dari Pasir Panjang cukup baik. Transportasi hingga rumah kontrakan saat ini semua disediakan dan dilayani pemerintah.

“Semoga ke depannya tetap berjalan lancar,” ujarnya.

Sang suami yang bekerja sebagai nelayan sebut Sarina, masih beraktivitas seperti biasa. Perlengkapan alat tangkap dan perahu sementara dititipkan di keluarga dan kerabat yang ada di Rempang.

Sandi Pratama juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama dari keluarga Sarina. Dia berharap keluarga Sarina tetap semangat dan terus mendukung program pemerintah demi kebaikan bersama.

“Sebagai apresiasi kepada ibu, kami ada sedikit bantuan semoga bermanfaat bagi keluarga ibu,” ujar Sandi.

Dalam kunjungan tersebut, Sandi juga menyampaikan pesan kamtibmas kepada masyarakat Batuaji pada umumnya agar bijak menggunakan media sosial karena masih banyak berita berita hoaks yang menyebar di media sosial, sehingga tercipta rasa aman dan kedamaian di tengah tengah masyarakat khususnya di Rempang, Galang, Kota Batam.

Sementara itu, lokasi hunian sementara yang disediakan pemerintah di Kota Batam untuk masyarakat Rempang yang akan direlokasi belum satupun yang terisi. Masyarakat Rempang sepertinya tidak berminat dengan hunian yang disediakan pemerintah tersebut.

Salah satunya adalah Ruko Rexvin Green Park dekat SMKN 8 Batam di Dapur 13, Sagulung. Meskipun cukup luas dengan dua lantai, namun ruko-ruko ini terpantau masih kosong hingga Jumat (29/9).

Masyarakat sekitar mengaku belum ada satu pun masyarakat Rempang yang dipindahkan ke sana. “Tak ada. Kosong semua itu. Ruko ini masih kosong semua,” ujar Rudi, warga yang dijumpai di lokasi ruko tersebut.

Pantauan di lapangan, ruko yang berada persis di depan SMKN 8 ini cukup banyak huniannya. Ruko ini dua lantai dengan ukuran yang luas. Akses jalan juga sudah bagus sebab melewati jalan utama menuju Kampung Tua Dapur 12. Namun demikian, ruko ini masih banyak yang kosong.

Begitu juga dengan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) yang disediakan sebagai hunian sementara belum juga terisi. Padahal pengelola rusun sudah menghentikan penerimaan penghuni baru dari masyarakat Batam.

Sebelumnya, saat dimintai tanggapan, warga Rempang yang kampungnya masuk dalam kawasan pengembangan Rempang Eco City keberatan dengan hunian yang disediakan pemerintah tersebut terutama rusun. Rusun terlampau kecil ukurannya sehingga dipastikan tidak akan muat semua barang dan perabotan rumah warga. Beberapa warga di sana yang sudah pindah memilih mencari kontrakan sendiri ketimbang ke rusun ataupun ruko yang disediakan pemerintah.

“Tak bisa ke rusunawa karena sempit. Barang banyak macam mana mau taruh barang nanti,” ujar Heru, seorang warga. (*)

UPDATE