
batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam memastikan hingga saat ini belum ada laporan terkait kasus keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk untuk kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita.
Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan program MBG merupakan bagian dari prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan status gizi masyarakat. Program ini tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
“Bumil dan balita belum ada kasus kita,” ujar Didi Kusmarjadi, Selasa (15/10).
Baca Juga: Dapur MBG Diawasi Ketat, DKPP Batam Pastikan Sayur dan Daging Bebas Bahan Kimia
Meski begitu, ia menjelaskan pelaksanaan MBG di lapangan berbeda dari segi sasaran dan intensitas pemberian. Untuk anak sekolah, program ini dilakukan rutin, sementara bagi ibu hamil dan balita sifatnya hanya makanan tambahan yang diberikan sewaktu-waktu.
“MBG itu utamanya untuk anak sekolah. Sedangkan untuk ibu hamil dan balita, hanya makanan tambahan yang diberikan sewaktu-waktu, bukan setiap hari,” terangnya.
Namun, Didi juga menyoroti pentingnya kewaspadaan orang tua terhadap kemungkinan munculnya reaksi alergi atau gejala keracunan ringan setelah anak mengonsumsi makanan MBG di sekolah. Ia menilai, kasus alergi akibat makanan MBG jarang terjadi, karena umumnya orang tua sudah mengetahui jenis makanan yang menimbulkan alergi pada anaknya.
“Kalau reaksi alergi saat MBG sepertinya jarang, karena masing-masing individu, terutama anak, pasti orang tua sudah tahu anaknya alergi apa,” ujarnya.
Meski jarang, Didi mengingatkan agar orang tua tetap waspada, sebab gejala bisa muncul tidak langsung di sekolah, tapi setelah anak pulang ke rumah. Gejala yang perlu diperhatikan antara lain mual, muntah, gatal, ruam, atau lemas.
Sebagai langkah cepat, ia menegaskan bahwa obat pertolongan pertama tidak dianjurkan diberikan di sekolah tanpa pemeriksaan tenaga medis. Jika gejala muncul, anak harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.
“Untuk obat pertolongan pertama tidak dianjurkan di sekolah. Jika ada keluhan, segera bawa ke faskes terdekat dari sekolah,” tegas Didi. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



