
batampos – Upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kota Batam terus dilakukan melalui penerapan sistem pembelajaran berbasis digital. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam memastikan, hingga awal Oktober ini, lebih dari 50 persen sekolah di Batam telah menerima bantuan smart TV atau Interactive Flat Panel (IFP) dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, melalui Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Yusal, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional dalam mendukung digitalisasi pendidikan di seluruh Indonesia.
“Untuk Kota Batam, realisasi distribusi perangkat smart TV sudah di atas 50 persen. Mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP), baik negeri maupun swasta, sudah banyak yang menerima,” ujar Yusal, Selasa (7/10).
Menurutnya, perangkat yang diberikan bukan hanya berupa smart TV semata. Setiap sekolah penerima juga mendapatkan perangkat penunjang dan pendampingan operasional, agar guru dapat mengoptimalkan pemanfaatannya dalam kegiatan belajar mengajar.
“Selain smart TV, sekolah juga mendapatkan perlengkapan tambahan, serta ada pendampingan teknis untuk pengoperasian alat tersebut. Jadi, guru dan tenaga kependidikan bisa langsung menggunakan perangkat ini untuk mendukung proses belajar mengajar,” jelasnya.
Hingga saat ini, sebanyak sekitar 170 sekolah dasar di Batam telah menerima bantuan tersebut. Untuk jenjang SMP, tercatat sekitar 130 sekolah, sementara jenjang TK sudah lebih dari 100 sekolah.
“Kalau tidak ada kendala, targetnya bulan ini semua perangkat sudah selesai didistribusikan ke sekolah penerima,” tambah Yusal.
Ia menjelaskan, keberadaan perangkat digital ini diharapkan dapat meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran di kelas. Guru dapat menampilkan materi ajar secara visual dan interaktif, memutar video pembelajaran, hingga mengakses konten dari platform Merdeka Mengajar yang telah terintegrasi secara nasional.
“Teknologi ini membantu guru dan siswa untuk berinteraksi secara lebih menarik dan efisien. Anak-anak juga jadi lebih antusias belajar, karena materi bisa divisualisasikan langsung lewat layar besar,” ucapnya.
Selain memperkuat literasi digital, keberadaan smart TV juga menjadi salah satu upaya menyiapkan sekolah di Batam menghadapi era pembelajaran abad 21 yang menuntut adaptasi teknologi.
“Transformasi pendidikan ini memang sudah tidak bisa dihindari. Dengan adanya fasilitas digital, kami ingin semua sekolah di Batam bisa setara dalam hal akses teknologi pembelajaran,” kata Yusal.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebelumnya telah meluncurkan program distribusi 330 ribu unit smart TV untuk sekolah di seluruh Indonesia. Bantuan tersebut menyasar satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK, dengan tujuan memperluas akses pembelajaran digital di daerah.
Program ini merupakan bagian dari strategi transformasi digital bidang pendidikan yang digagas pemerintah untuk memperkuat pelaksanaan kurikulum Merdeka, memperkaya sumber belajar, serta mendorong pemerataan kualitas pendidikan nasional.
“Prinsipnya, semua sekolah di Batam diharapkan bisa mendapatkan perangkat ini, baik negeri maupun swasta. Jangan sampai ada sekolah yang tertinggal, karena digitalisasi ini penting untuk peningkatan mutu pembelajaran,” tegas Yusal.
Disdik Batam juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak vendor penyedia agar proses distribusi berjalan lancar dan sesuai jadwal. “Kami juga berperan memastikan perangkat yang diterima sekolah benar-benar bisa dimanfaatkan secara optimal,” katanya.
Dengan tersedianya perangkat smart TV ini, Disdik berharap kegiatan belajar di Batam semakin interaktif, efektif, dan menyenangkan. Transformasi ini menjadi langkah penting dalam menjadikan Batam sebagai salah satu kota yang unggul dalam implementasi pendidikan berbasis teknologi di Indonesia. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



