
batampos – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam akan segera mengeluarkan Surat Edaran (SE) mengenai peningkatan pencegahan dan penanganan penyakit menular di satuan pendidikan. Salah satu isinya, meliburkan siswa atau peserta didik TK, SD dan SMP yang terkena penyakit menular seperti flu Singapura dan juga penyakit gondongan yang tengah menyebar saat ini.
“Kami sedang siapkan SE-nya. Insyaallah hari ini (kemarin) sudah difinalisasikan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, Selasa (15/8).
Menurut Tri, berdasarkan hasil pengecekan dan laporan dari pihak sekolah beberapa waktu lalu, memang ada peserta didik yang terkena penyakit gondongan dan flu Singapura ini. Disdik juga sudah merekomendasikan agar siswa-siswa tersebut dirumahkan guna mencegah penularan ke siswa lainnya.
“Di sekolah negeri memang ada yang kena, tapi jumlahnya kurang dari 5 orang dan langsung dirumahkan. Guna memaksimalkan, makanya disiapkan SE ini,” tuturnya.
Baca Juga: Disdukcapil Batam Dapat Tambahan Blangko 6.000, Masih Kurang 13 Ribu Blangko
Tri menambahkan, Surat Edaran ini sifatnya lebih banyak pada pencegahan dan peningkatan hidup sehat dengan menjaga kebersihan diri sendiri. Jika peserta didik yang terkena kedua penyakit menular ini, maka harus diistirahatkan dulu sampai mereka sembuh.
“Lewat SE ini nantinya kami juga mengimbau agar seluruh satuan pendidikan meningkatkan kebersihan diri dan hidup sehat bersama warga satuan pendidikan,” pungkas Tri.
Sebelumnya, sejumlah warga Batam mengeluhkan penyakit gondongan dan flu Singapura yang dinilai warga begitu cepat menular. Terlebih, penyakit ini banyak menyerang anak-anak usia sekolah, sehingga disinyalir penularannya lebih cepat.
Seperti diketahui, gondongan ialah kondisi yang bisa menyebabkan pembengkakan pada wajah dan leher. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus pada kelenjar parotis. Kelenjar yang ada di bawah telinga ini berfungsi memproduksi air liur.
“Awalnya penyakit ini diderita anak tetangga, lalu pindah ke anak saya yang masih berusia 7 tahun dan sekarang kakaknya yang berusia 10 tahun. Sekarang anak tertua saya yang kena gondongan,” ujar Akmal, warga Batam Kota, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Berawal Tegur Tetangga Buang Sampah, IRT di Baloi Disidang
Bahkan, kata Akmal, ketika ia membawa ketiga anaknya ke klinik yang tidak jauh dari rumahnya, ternyata penyakit menular ini sudah banyak diderita anak-anak lainnya. Dari keterangan dokter yang memeriksanya, tutur Akmal, penyakit ini disebabkan oleh virus dan sifatnya juga mudah menular ke orang lain.
“Banyak yang berobat di klinik karena gondongan ini,” tambahnya.
Sementara itu, warga lainnya, Atik, mengaku anaknya yang baru kelas 1 SD terkena flu Singapura usai memeriksakannya ke dokter.
“Awalnya demam, terus lama-lama mulai timbul bentol-bentol kecil di telapak tangan dan gatal. Lambat laun jumlahnya banyak dan menyebar di seluruh tubuh,” kata ibu satu anak tersebut.
Menurut dokter yang memeriksa, penyakit tersebut memang cukup banyak ditemukan sejak beberapa waktu terakhir. Ada dugaan, penyakit tersebut bisa dengan mudah menyerang terutama pada anak-anak sekolah kelas dasar yang belum begitu paham menjaga pola hidup higienis.
“Penyebabnya juga virus, makanya mudah menular melalui air liur atau cairan dari bentol-bentol yang pecah itu,” tuturnya.
Baca Juga: Tergiur Upah Rp 3 Juta, Jono Nekat Bawa Rokok dan Mikol Ilegal dari Batam
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan, gondongan dan flu Singapura sama-sama disebabkan oleh virus, namun bukan virus yang sama. Gondongan disebabkan oleh infeksi virus dari golongan paramyxovirus. Virus ini bisa masuk ke dalam tubuh manusia kemudian akan menetap, berkembang biak, dan menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada kelenjar parotis.
Sementara untuk flu Singapura, umumnya disebabkan oleh strain coxsackievirus dan yang paling sering adalah jenis A16. Coxsackievirus adalah bagian dari kelompok virus yang disebut dengan enterovirus. Virus ini dapat menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lain.
“Jadi baik itu gondongan atau flu Singapura sebenarnya bisa hilang sendiri (self limited),” ungkap Didi.
Untuk penyakit gondongan bisa dicegah dengan memberikan imunisasi MMR (measles, mumps, rubella) pada anak-anak. Vaksin MMR berfungsi untuk melindungi tubuh dari penyakit campak, gondongan, dan rubella. Selain itu, pencegahan juga bisa dilakukan dengan cara menjga kebersihan diri, makan bergizi, dan memperkuat imunitas dengan rajin aktivitas fisik. Sementara untuk flu Singapura, hingga saat ini belum ada imunisasi yang bisa diberikan. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



