
batampos – Menjelang dibukanya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam meluncurkan kanal khusus untuk mendukung proses pendaftaran siswa baru secara daring. Inovasi ini diwujudkan melalui kehadiran aplikasi SPMB Kota Batam yang kini sudah bisa diunduh melalui telepon pintar.
Kepala Disdik Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto menyampaikan, aplikasi ini bertujuan memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi seputar penerimaan siswa baru.
“Sudah bisa diunduh lewat ponsel. Orangtua bisa mengecek dan mengakses informasi dari aplikasi tersebut,” ujar Tri, Kamis (22/5) lalu.
Dalam aplikasi ini, orangtua atau wali murid dapat mulai mendaftar dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), tanggal lahir anak, serta Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Meski pendaftaran belum resmi dibuka, aplikasi tersebut sudah bisa digunakan untuk simulasi dan pengenalan.
“Bisa dicoba saja dulu. Karena belum dibuka resmi, jadi informasi di dalamnya belum sepenuhnya lengkap. Tapi aplikasinya sudah bisa didownload dan digunakan untuk mengenal sistemnya,” katanya.
Selain melalui aplikasi ponsel, SPMB juga dapat diakses melalui peramban internet menggunakan komputer atau laptop. Disdik memberikan dua opsi mekanisme pendaftaran demi menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Jadi ada dua mekanisme. Bisa dari ponsel lewat aplikasi, atau dari laptop lewat browser,” katanya.
Tahun ini, SPMB Kota Batam akan menerapkan istilah baru yaitu domisili menggantikan sistem zonasi yang selama ini digunakan dalam penentuan lokasi sekolah. Mekanisme ini dinilai lebih fleksibel dan adil bagi calon peserta didik.
Menurut dia, penggunaan domisili memungkinkan siswa yang tinggal di daerah yang beririsan dengan dua atau lebih sekolah dapat mendaftar ke semua sekolah tersebut. Seleksi akhir akan ditentukan oleh panitia berdasarkan ketentuan yang berlaku.
“Selama ini banyak keluhan orangtua karena anaknya tidak bisa daftar ke sekolah A, padahal letaknya dekat. Dengan domisili, mereka bisa daftar ke sekolah A dan B sekaligus,” katanya.
Adapun jalur pendaftaran yang tersedia pada SPMB 2025/2026 meliputi jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Setiap jalur memiliki kuota dan kriteria masing-masing sesuai ketentuan pemerintah pusat dan daerah.
Jalur domisili tetap memprioritaskan siswa yang tinggal dekat dengan sekolah. Untuk jenjang SD, jalur ini mendapat alokasi 70 persen dari total daya tampung, sedangkan jenjang SMP dialokasikan 40 persen.
Jalur afirmasi ditujukan bagi siswa dari keluarga tidak mampu serta penyandang disabilitas. Kuota afirmasi ditetapkan sebesar 12 persen untuk SD dan 20 persen untuk SMP.
Selanjutnya, jalur prestasi dikhususkan bagi jenjang SMP dan SMA. Penilaian didasarkan pada nilai rapor, prestasi akademik, dan non-akademik seperti seni, olahraga, hingga kepemimpinan siswa.
Jalur ini tidak berlaku untuk tingkat SD. Untuk SMP, setiap sekolah wajib mengalokasikan 25 persen dari daya tampung untuk jalur prestasi. Ini memberi ruang lebih bagi siswa berprestasi agar dapat bersaing secara sehat.
Sementara itu, jalur mutasi diperuntukkan bagi siswa yang orangtuanya mengalami perpindahan tugas. Termasuk di dalamnya anak guru yang ingin mendaftar di sekolah tempat orangtuanya mengajar.
Kuota jalur mutasi sebesar 5 persen untuk SD maupun SMP. Disdik Batam menargetkan setiap kelas di jenjang SD maksimal 28 siswa, dan jenjang SMP maksimal 32 siswa per kelas.
Berikut jadwal pendaftaran SPMB untuk jenjang SD: Jalur afirmasi dibuka mulai 2-10 Juni 2025, disusul pengumuman pada 11 Juni. Jalur domisili dan mutasi dibuka 11-15 Juni, dan pengumumannya pada 17 Juni. Daftar ulang dijadwalkan pada 17-19 Juni.
Untuk jenjang SMP: Jalur afirmasi dan prestasi dibuka 16-22 Juni 2025, dengan pengumuman pada 23 Juni. Jalur domisili dan mutasi berlangsung dari 23-30 Juni, dan pengumuman hasil pada 2 Juli. Daftar ulang dilakukan 2-4 Juli 2025. (*)
Reporter: Arjuna



