
batampos – Hingga pertengahan September ini, belum ada satu pun sekolah di Kota Batam yang menerima bantuan smart TV atau interactive flat panel (IFP) dari pemerintah pusat. Hal ini disampaikan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Batam sebagai tindak lanjut dari program digitalisasi pendidikan nasional.
Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, melalui Kabid Pembinaan Sekolah Dasar, Yusal, menjelaskan bahwa proses pengajuan bantuan dilakukan langsung oleh sekolah melalui sistem milik Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
“Sepengetahuan saya, sampai sekarang belum ada sekolah di Batam yang menerima bantuan smart TV atau IFP. Pengajuan sudah dilakukan, kita tunggu realisasinya,” ujar Yusal, Jumat (19/9).
Menurutnya, peran Disdik lebih kepada pendampingan dan sosialisasi mekanisme pengajuan, bukan sebagai penentu penerima bantuan. Semua keputusan sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat.
Meski belum ada distribusi, Disdik Batam berharap semua sekolah baik negeri maupun swasta tidak ada yang terlewat dari program tersebut.
“Prinsipnya, semua sekolah di Batam bisa dapat. Kami tentu berharap program ini bisa benar-benar mendukung peningkatan mutu pembelajaran,” tambah Yusal.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah mengumumkan rencana pemerintah untuk mendistribusikan 330 ribu unit smart TV ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia pada tahun ajaran 2025. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat program digitalisasi pendidikan, termasuk penggunaan platform Merdeka Mengajar.
Dengan adanya perangkat digital tersebut, pemerintah menargetkan proses belajar mengajar menjadi lebih modern dan interaktif, serta mampu menjangkau seluruh jenjang pendidikan dari PAUD hingga SMA/SMK.
“Kalau nanti sudah ada jadwal distribusi dari pusat, tentu akan segera kami informasikan ke sekolah-sekolah,” tutup Yusal. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



