
batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pendidikan resmi membuka Posko Penyaluran Calon Murid Baru bagi siswa jenjang SMA dan SMK yang belum tertampung di sekolah negeri. Posko ini menjadi solusi konkret untuk memastikan seluruh lulusan SMP di Batam mendapatkan akses pendidikan yang merata pada tahun ajaran baru 2025/2026.
Penyaluran calon peserta didik ini merupakan bagian dari Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025/2026 dan dilaksanakan secara luring mulai 3 hingga 5 Juli 2025. Proses ini ditujukan khusus untuk siswa yang tidak lolos seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sebelumnya dan belum memperoleh bangku di sekolah negeri.
Disdik Kepri menyiapkan empat titik strategis untuk posko pelayanan penyaluran, yakni SMAN 1 Batam, SMAN 5 Batam, SMKN 7 Batam, dan SMAN 16 Batam. Setiap posko bertugas mendata calon siswa mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB sesuai zonasi dan tujuan sekolah.
Baca Juga: Daftar Ulang SPMB SMKN 1 Batam Dimulai, Orangtua yang Anaknya Tak Lolos Tetap Datangi Sekolah
Secara teknis, siswa yang ingin masuk ke SMAN 4, SMAN 24, dan SMAN 29 Batam diarahkan ke posko SMAN 1 Batam. Untuk siswa yang memilih SMAN 17, 18, 19, 23, dan 27 Batam serta SMKN 8 dan 11, dapat mengisi formulir di posko SMAN 5 Batam. Sementara itu, SMKN 7 Batam menjadi lokasi pendataan bagi siswa tujuan SMAN 12, 14, 15, 21, 25, dan 26 serta SMKN 2. Adapun siswa yang akan disalurkan ke SMAN 28, SMKN 3, dan SMKN 9 diarahkan ke SMAN 16 Batam.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung dalam surat tersebut menjelaskan, langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menghadirkan pemerataan pendidikan.
“Dengan pengisian formulir penyaluran, kami memastikan bahwa tidak ada anak yang tertinggal haknya untuk mendapatkan pendidikan menengah,” ujar Andi dalam surat edarannya. Ia meminta agar orang tua siswa segera mengisi dan mengembalikan formulir sesuai petunjuk yang telah disebarkan.
Dalam formulir tersebut, siswa diminta mencantumkan identitas diri dan memilih hingga lima SMK Negeri dengan maksimal tiga jurusan pilihan pada masing-masing sekolah. Proses penyaluran dilakukan secara bertahap berdasarkan urutan kebutuhan, lokasi tempat tinggal, dan ketersediaan jurusan.
Dinas Pendidikan juga menjamin bahwa proses distribusi siswa dari jalur penyaluran ini akan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Sekolah-sekolah yang masih memiliki kuota akan diumumkan secara terbuka agar masyarakat dapat memahami peluang yang tersedia.
Namun di lapangan, sejumlah orang tua masih berharap anaknya bisa masuk ke sekolah-sekolah favorit. Suhardi, warga Batuaji, mengaku tetap ingin anaknya diterima di SMKN 1 Batam karena alasan kualitas dan kedekatan dari rumah. “Biaya di sekolah negeri juga lebih terjangkau,” katanya.
Hal serupa disampaikan oleh Veronika, warga Sagulung. Ia berharap anaknya bisa diterima di SMAN 5 Batam yang dikenal memiliki jurusan perkapalan. “Selain itu jaraknya hanya beberapa menit dari rumah kami di Kavling Seroja,” ujarnya.
Menanggapi harapan tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kepri di Batam, Kasdianto, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan penambahan kuota siswa. “Yang ada baru kebijakan pemerataan siswa melalui penyaluran sesuai surat edaran Kadisdik,” ucapnya.
Melalui posko-posko ini, Dinas Pendidikan Kepri berharap proses penyaluran berjalan lancar, adil, dan tepat sasaran. Pemerintah berkomitmen memastikan semua siswa mendapatkan tempat belajar dan tidak ada yang tertinggal dari sistem pendidikan formal. (*)
Reporter: Eusebius Sara



