
batampos – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam membutuhkan sedikitnya 900 orang tenaga pengajar, untuk mengisi kekurangan tenaga guru di Batam.
Kepala Disdik Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto menyampaikan kekurangan guru ini menjadi atensi dari pemerintah Kota Batam. Perekrutan guru yang biasa dilakukan melalui tenaga kontrak atau tenaga honorer sudah tidak bisa dilakukan lagi karena arahan dari pusat.
“Karena tak ada perekrutan lagi, makanya kita kekurangan guru, sementara kebutuhan terus ada karena jumlah peserta didik dan sekolah terus bertambah,” kata dia, Jumat (3/5).
Ia menjelaskan pertumbuhan peserta didik di Batam cukup tinggi, hal ini juga ditambah dengan mobilisasi penduduk yang lumayan tinggi di Kota Batam. Hal ini turut mempengaruhi sektor pendidikan.
Baca Juga: Beli Pertamax Malah Dikasih Pertalite, Konsumen Laporkan Pihak SPBU Codo ke Polsek Sagulung
“Kemarin kita sudah data, bahwa ada kekurangan guru hingga 900 orang lebih. Ini guru di SD dan SMP negeri,” ujarnya.
Menanggapi kekurangan guru ini, Tri sudah melaporkan hal tersebut kepada pimpinan. Untuk itu, pihaknya sudah mengusulkan penambahan tenaga guru melalui jalur seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).
“Karena honorer sudah tidak ada lagi. Mereka yang sekarang ada ini, menunggu untuk ujian PPPK agar menjadi tenaga ASN. Jadi kita usulkan di CPNS,” bebernya
Tri menambahkan untuk mendukung optimalisasi dalam proses belajar mengajar, kebutuhan guru ini harus disegerakan. Karena setiap satu Minggu guru sudah diatur jam mengajar mereka.
“Agar efisien dan konsentrasi guru juga tidak pecah, karena mengajar melebih jam yang sudah ditetapkan, dan itu kan kasihan gurunya,” ungkapnya.
Sementara ini, kebutuhan guru masih diakomodir dari tenaga guru yang ada saat ini. Usai pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) jumlah penambahan siswa juga harus diikuti dengan bertambahnya jumlah tenaga guru.
“Maka dari itu penambahan guru itu penting. Mudah-mudahan tahun ini dapat tambahan untuk menutupi kekurangan guru,” ujarnya.
Tri mengungkapkan usai PPDB ini pihaknya masih akan mengoptimalkan guru yang ada untuk memberikan pengajaran kepada siswa.
Ia mengaku kehadiran tenaga honorer dalam dunia pendidikan sangat membantu. Ketik tidak ada penerimaan CPNS, maka pemerintah daerah sangat bergantung pada tenaga honorer.
“Target pemerintah tenaga honorer ini akan dihapuskan, dan ditingkatkan statusnya menjadi PPPK. Jadi pemerintah daerah tak boleh rekrut lagi, karena hanya hanya ada ASN nanti ke depannya,” tutupnya. (*)
Reporter : YULITAVIA



