
batampos – Kota Batam masih menghadapi kekurangan tenaga pendidik di sekolah negeri. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Batam, rata-rata satu sekolah negeri di Batam memiliki jumlah siswa antara 800 hingga 1.500 orang, namun jumlah guru yang tersedia hanya sekitar 30 hingga 40 orang per sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, menjelaskan bahwa rasio tersebut jauh dari angka ideal. “Idealnya, dengan jumlah siswa seperti itu, dibutuhkan 10 persen dari jumlah siswa sebagai tenaga pengajar. Artinya, satu sekolah dengan 1.000 siswa, seharusnya memiliki minimal 100 guru,” ujar Tri Wahyu, Selasa (10/12).
Kekurangan tenaga pengajar ini menjadi tantangan besar bagi mutu pendidikan di Batam. Dengan jumlah guru yang terbatas, beban kerja semakin berat, terutama di sekolah-sekolah dengan jumlah siswa yang tinggi.
“Ini juga berpengaruh pada efektivitas proses belajar-mengajar. Guru harus menangani lebih banyak siswa, sehingga perhatian terhadap masing-masing siswa menjadi kurang optimal,” tambahnya.
Baca Juga: Seribuan Kendaraan di Batam Sudah Ikut Program Parkir Berlangganan
Tri Wahyu menyebutkan, salah satu penyebab kekurangan guru adalah kebijakan penghapusan rekrutmen tenaga honorer. Saat ini, penambahan guru hanya bisa dilakukan melalui rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang jumlah formasinya sangat terbatas.
“Kami terus mengupayakan agar formasi guru dalam seleksi PPPK dapat ditambah. Namun, tentu saja itu membutuhkan waktu. Di sisi lain, kami mendorong optimalisasi tenaga pendidikan yang ada saat ini,” katanya.
Baca Juga: DPRD Batam Agendakan RDP Terkait Polemik Perusahaan di Teluk Bakau
Dengan situasi tersebut, pemerintah daerah berharap adanya dukungan lebih dari pemerintah pusat untuk menambah alokasi formasi guru di Batam. Selain itu, solusi jangka panjang seperti pembangunan sekolah baru juga diperlukan untuk mengurangi beban sekolah yang kelebihan kapasitas siswa.
Disinggung mengenai jumlah guru yang memiliki sertifikasi pendidik (serdik), Tri Wahyu menyebutkan angkanya cukup besar, namun ia belum bisa memastikan jumlah pastinya.
“Saya tidak hafal datanya. Namun terakhir, kami menghasilkan 150 guru agama Islam yang mengikuti PPG (Pendidikan Profesi Guru) dan dinyatakan lulus semuanya,” ucap Tri Wahyu.
Baca Juga: Batam Kekurangan 700 Guru, Disdik Berharap Ada Solusi Tahun Depan
Menurutnya, sertifikasi pendidik penting untuk memastikan mutu pendidikan di Batam. Selain itu, sertifikasi juga berdampak langsung pada kesejahteraan guru.
“Bagi guru yang sudah bersertifikasi, baik ASN maupun non-ASN, mereka berhak mendapatkan tunjangan tambahan. ASN menerima tunjangan setara satu bulan gaji pokok, sedangkan guru non-ASN mendapatkan sekitar Rp2 juta. Namun, bagi yang belum bersertifikasi, tunjangan yang diterima hanya setengahnya,” jelasnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



