
batampos – Apple menyepakati investasi senilai 1 miliar dolar AS untuk membangun pabrik AirTag di Batam. Kesepakatan ini tercapai dalam pertemuan antara perwakilan Apple dan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, di Jakarta, Selasa (7/1/2025).
“Mereka berkomitmen penuh untuk pembangunan tahap pertama vendor AirTag dengan nilai investasi 1 miliar dolar AS (sekitar Rp16 triliun),” kata Rosan usai bertemu Vice President of Global Policy Apple, Nick Amman, di Jakarta, Selasa (7/1/2025), seperti dilansir Antara.
Terkait hal ini, Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, mengaku telah mendengar rencana tersebut. “Kami sudah mendengar beberapa isu negosiasi terkait investasi ini di Batam. Namun, sampai saat ini BP Batam belum menerima direct inquiry dari Apple ataupun subkontraktornya,” kata Ariastuty.
Meski begitu, Ariastuty menegaskan bahwa BP Batam telah berkomunikasi intens dengan Kementerian Investasi. “Mungkin diskusi masih berlangsung antara perusahaan dengan kementerian terkait di pusat,” ucapnya.
Ia menyatakan, BP Batam siap menyambut dan menindaklanjuti rencana investasi Apple. “Kami menyambut baik rencana ini, karena akan menjadi angin segar bagi perekonomian Batam dan Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, investasi ini akan memberikan dampak positif, terutama dalam membuka lapangan kerja baru. “Kami siap mendukung, dan komunikasi awal sudah dilakukan secara lisan,” ucap Ariastuty.
Batam memiliki banyak kawasan industri yang siap digunakan oleh Apple. “Kami siap mendampingi Apple memilih lokasi terbaik untuk pembangunan pabrik mereka,” ujarnya
Pabrik AirTag ini diproyeksikan mampu menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja lokal. Dengan nilai investasi mencakup seluruh proses pembangunan hingga operasional, proyek ini diharapkan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian Batam. (*)
Reporter: FISKA JUANDA



