Senin, 16 Maret 2026

Disnaker Batam akan Gelar Bursa Kerja, 30 Perusahaan Ikut Berpartisipasi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ribuan Pencari Kerja (Pencaker) memadati gedung S Universitas Putra Batam untuk mengikuti kegiatan bursa kerja atau Job Fair yang digelar beberapa waktu lalu. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam berencana menggelar bursa kerja yang akan digelar Oktober mendatang. Sebanyak 30 perusahaan diminta untuk turut berpartisipasi untuk menyukseskan bursa kerja tersebut.

Kadisnaker Kota Batam, Rudi Syakyakirti, mengatakan, menjelang akhir tahun ini banyak perusahaan yang melakukan perekrutan tenaga kerja.

Pihaknya meminta agar perekrutan digelar terpusat di satu lokasi. Melalui bursa kerja ini perusahaan bisa menemukan pencaker yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan tentunya.

Bursa kerja ini diharapkan bisa menyerap pencari kerja dalam jumlah yang banyak. Menurutnya, satu perusahaan bisa buka lowongan pekerjaan 50-100 orang saja, kemungkinan yang terserap mencapai 1.500-3000 orang.

“Kami berharap mereka yang sudah mengikuti pelatihan kerja yang digelar Disnaker bisa memanfaatkan kesempatan kerja ini. Keahlian yang sudah didapatkan diharapkan bisa menjadi jalan untuk menemukan pekerjaan,” katanya, Minggu (28/8/2022).

Untuk menyambut pelaksanaan bursa kerja tersebut, Disnaker Batam akan menggelar pelatihan kerja hingga September mendatang. Ia melanjutkan pihaknya optimis bursa kerja yang digelar bersama perusahan itu bakal menyerap banyak tenaga kerja.

“Sejak dua tahun ini kan banyak yang kehilangan pekerjaan. Sebagian dari mereka masih menunggu kesempatan untuk kembali bekerja. Saya harapkan semua yang ikut pelatihan ini, maupun yang tengah mencari kerja bisa diserap oleh perusahaan,” imbuhnya.

Rudi menyebutkan berdasarkan data yang diperoleh Disnaker berdasarkan kartu pencari kerja yang dikeluarkan.

Saat ini masih ada 13 ribu pencari kerja yang masih berusaha mendapatkan pekerjaan. Namun data ini bisa saja berubah, seiring adanya pencaker yang mendapatkan pekerjaan.

“Sekarang ini kita bisa mendata yang mau kerja. Namun yang sudah terserap tidak diketahui jumlahnya. Padahal waktu mengambil kartu, sudah kami ingatkan untuk melapor jika sudah mendapatkan pekerjaan,” ungkap Rudi.

Untuk itu, angka tersebut hanya berdasarkan jumlah AK1 yang sudah dikeluarkan. Pemohon kartu pencari kerja ini berasal dari berbagai tamatan. Mayoritas merupakan tamatan SMA sederajat, D1-D3, bahkan ada juga yang S2.

Ia menambahkan pelatihan dan uji kompetensi atau sertifikasi yang digelar bertujuan untuk meningkatkan jenjang karir pencari dan bagi yang sudah bekerja.

Perlu diketahui, adanya sertifikasi bisa mendorong pekerja mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Sedangkan pelatihan untuk pencari kerja, bisa mendukung syarat untuk melamar pekerjaan.

“Ada beberapa perusahaan yang mengharuskan pencaker punya keahlian. Karena mereka inginnya merekrut orang yang sudah pandai dalam bidangnya. Minimal skill dasar dalam bekerja. Makanya pelatihan kami gelar, agar mereka lebih mudah dalam mencari pekerjaan,” tutupnya.(*)

Reporter: Yulitavia

SALAM RAMADAN