Senin, 16 Februari 2026

Disnaker Batam Buka Pelatihan Kerja, Mayoritas Untuk Kebutuhan Shipyard

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Salah seorang peserta pelatihan welder melakukan praktik lapangan di Poltek Negeri Batam pekan lalu. (Istimewa)

batampos – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam menggelar pelatihan tambahan bagi 249 pencari kerja (pencaker) di Kota Batam.

Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan pelatihan ini bersumber dari pemanfaatan Izin Memperkerjakan Tenaga Asing (IMTA).

“Capaian IMTA ini sudah melebih target. Sehingga di APBD-P anggaran pelatihan ditambahkan Rp3 miliar. Ini yang lagi kami selenggarakan. Pelatihan khusus bagi pencari kerja,” kata dia, Jumat (6/10).


Pelatihan ini dibuka untuk beberapa kebutuhan kerja prioritas. Pelatihan ini guna mempersiapkan calon tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan di sektor Shipyard dan migas.

Baca Juga: Beli Ponsel dari Luar Negeri dan Bawa Masuk Batam, Ikuti Aturan Ini

Rudi menjelaskan pelatihan dibuka untuk 12 bidang di antaranya, welder, fitter, dan rigger. Pendaftaran dibuka selama dua hari saja, hal ini karena keterbatasan waktu tahun anggaran.

“Ini khusus untuk pencaker saja. Jadi memang yang dibuka ini untuk memenuhi kebutuhan perusahaan yang saat ini dibutuhkan,” ujarnya.

Rudi menjelaskan pelatihan welder ini juga dibuka untuk 6G. Mayoritas di Batam ini banyak tenaga kerja yang sudah berpengalaman, namun mereka tidak punya sertifikasi.

Biaya untuk sertifikasi tidak murah, sehingga pelatihan ini langsung penuh peserta. Saat ini sedang dalam tahap seleksi administrasi di lembaga pelatihan kerja (LPK).

“Saya serahkan ke LPK langsung. Jadi mereka yang seleksi, pelamar mana yang memenuhi kriteria untuk diberikan pelatihan keahlian ini,” sebutnya.

Baca Juga: Soal Tenggat Waktu Pengosongan Lahan di Rempang, Bahlil Enggan Berkomentar

Ia menyebutkan kebutuhan tenaga welder di Batam cukup tinggi. Kendalanya adalah, pencari kerja mayoritas merupakan pemula, dan tidak punya keahlian, bahkan untuk keahlian dasar.

Pelaksanaan pelatihan ini difokuskan kebutuhan industri di Batam. Saat ini kebutuhan welder masih paling banyak. Sehingga diharapkan usai mengikuti pelatihan ini, peserta pelatihan bisa langsung diserap oleh perusahaan.

“Target kami begitu, permintaan perusahaan. terpenuhi, serapan tenaga kerja tinggi. Sehingga angka pengangguran bisa diminimalisir,” terang Rudi.

Selain pelatihan tersebut, terdapat juga pelatihan untuk komputer, dan beberapa bidang pelatihan lainnya.

Untuk meningkatkan serapan tenaga kerja, pihaknya juga sudah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan, terkait sistem magang bagi peserta yang sudah menyelesaikan pelatihan.

“Usai latihan, langsung masuk perusahaan untuk magang. Jika memenuhi kualitas dan kebutuhan perusahaan, maka akan diberikan kontrak kerja. Ini juga upaya kami, agar pelatihan yang digelar tidak sia-sia, dan lebih tepat guna,” jelasnya.

 

Reporter: YULITAVIA

Update