
batampos – Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam Rudi Sakyakirti menyebutkan setiap tahun pihaknya melaksanakan pelatihan kerja, termasuk juga pelatihan bagi tenaga tukang las atau welder.
“Ada (pelatihan welder), tapi tentu tidak mampu memenuhi kebutuhan saat ini, karena anggaran kita juga kan terbatas, ” ujarnya, Kamis (19/1).
Menurutnya, di sepanjang tahun 2023 nanti, pihaknya akan menyediakan 37 pelatihan tenaga kerja. Pelatihan kerja ini menyesuaikan berbagai bidang yang banyak dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan yang ada di Batam.
Baca Juga: Pemindahan Pelabuhan Pelni Terus Dibahas BP Batam
“Kita sesuaikan dengan kebutuhan yang ada di perusahaan-perusahaan. Tim kita sedang turun ke lapangan untuk mendata apa saja yang paling banyak dibutuhkan saat ini,” ucap Rudi.
Pelatihan kerja juga akan berfokus pada pelatihan bidang sumber daya manusia (SDM), pengelasan (welder), manufaktur, bidang kelistrikan, bidang pramusaji dan sebagainya.
“Makanya kita akan hitung angka rilnya dulu, baru ditetapkan berapa angkanya. Namun bila diminta untuk memenuhi kebutuhan seperti welder misalnya tentu gak akan mampu karena dari sisi anggaran kita juga terbatas,” bebernya.
Terkait tingginya kebutuhan welder di Batam saat ini, Rudi menjawab pihaknya akan bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan dan BBPVP Padang khususnya dalam penyediaan tenaga welder di Batam.
Baca Juga: Wisata Alam Hutan Mata Kucing Kembali Ramai
“Secepatnya kita akan gandeng kedua BBPVP ini. Proses pelatihannya kita minta perusahaan ikut dilibatkan, dan kita minta 75 persen dari peserta di tempatkan langsung di perusahaan yang bersangkutan, ” ungkap Rudi.
Untuk pelatihannya sendiri kata Rudi akan tetap dilaksanakan di Batam. Tidak hanya welder saja tetapi juga untuk piter, sk holding dan lainnya, sehingga jika ini dijalankan kebutuhan welder dan sebagainya benar-benar bisa terpenuhi.
“Dalam waktu dekat kita lakukan kerjasama ini. Sebelum itu tentu kita hitung berapa kebutuhan sebenarnya. Makanya nanti kami juga akan melibatkan pengantar kerja,” pungkasnya.
Baca Juga: SPBU Klaim Kehabisan Stok Solar, Pengendara Boikot Jalan S Suprapto Batuaji
Sebelumnya, Ikatan Perusahaan Industri Galangan Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Kepri mengeluhkan kurangnya tenaga tukang las atau welder yang sesuai untuk dipekerjakan di Kota Batam.
Hal ini dikarenakan tukang las yang selama ini digunakan telah berhenti bekerja atau pindah daerah dan bahkan bekerja ke negara lain saat Covid-19 mengganas tahun 2021 dan 2022 lalu.
“Iya memang susah nyari welder yang sesuai karena sudah banyak yang keluar. Ada yang balik kampung karena Covid-19, ada yang pindah kerja ke luar negeri atau luar daerah,” ujar seorang HRD perusahaan galangan kapal di Tanjunguncang yang tak mau namanya disebut. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra



