Minggu, 1 Februari 2026

Disnaker Batam Targetkan 2.650 Peserta Pelatihan, 14 Program Sudah Berjalan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Disnaker Batam menyelenggarakan program pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) bersertifikasi bagi tenaga kerja dan pencari kerja yang memiliki KTP Batam. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam terus mempercepat pelaksanaan program peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan dan sertifikasi. Hingga saat ini, sebanyak 14 jenis pelatihan dan sertifikasi telah berjalan, mencakup berbagai bidang keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti, mengungkapkan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal agar lebih siap bersaing di dunia industri, baik di sektor manufaktur, jasa, maupun bidang teknis lainnya.

“Dari total 56 jenis pelatihan dan 48 kategori bimbingan teknis (bimtek) yang direncanakan, saat ini Disnaker Batam telah menyelenggarakan 14 pelatihan dan sertifikasi, yaitu seperti pelatihan menjahit Asisten Level 1, Bahasa Inggris, Las 6G GTAW, Las 5G (Pipe) SMAW, Dasar K3 Muda (Operator K3), Tata Boga Pastry, hingga K3 Madya, ” ujarnya, Senin (18/3).

Selain itu, terdapat pelatihan di bidang tata rias dan kuliner, seperti Tata Rias Pengantin, Menjahit Baju Mode, serta Jasa Boga Kue Nasional. Untuk sektor teknik dan keselamatan kerja, pelatihan yang sudah berjalan meliputi Scaffolding dan beberapa kategori pengelasan.

Tak hanya pelatihan, bimtek dan sertifikasi juga sudah dimulai untuk dua kategori, yakni Security Gada Pratama dan Welder 4G SMAW/FCAW. “Kami menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) agar pelatihan ini berjalan maksimal dan sesuai standar industri,” tambah Rudi.

Peserta yang telah menyelesaikan pelatihan akan mendapatkan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) atau Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Sertifikasi ini menjadi nilai tambah bagi tenaga kerja dalam mencari pekerjaan karena merupakan salah satu persyaratan yang sering diminta oleh perusahaan.

“Sertifikasi dari kementerian ini sangat penting, terutama bagi tenaga kerja yang membutuhkan lisensi atau Surat Izin Operasi (SIO) untuk bekerja di sektor tertentu,” jelas Rudi.

Menurutnya, pelaksanaan program ini akan terus berlangsung secara bertahap hingga September 2025, dengan target total 2.650 peserta. Dari jumlah tersebut, 1.478 peserta akan mengikuti pelatihan dan sertifikasi, sementara 1.172 lainnya menjalani bimtek dan sertifikasi.

Dengan pelatihan ini, Disnaker Batam berharap dapat menciptakan tenaga kerja yang lebih kompetitif dan mengurangi angka pengangguran di Kota Batam. Peningkatan jumlah peserta tahun ini yang mencapai lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk meningkatkan keterampilan mereka.

“Selain meningkatkan daya saing individu, program ini juga memberikan manfaat bagi industri di Batam. Perusahaan akan lebih mudah mendapatkan tenaga kerja yang telah memiliki keahlian dan sertifikasi yang dibutuhkan,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update