
batampos – Beberapa pangkalan elpiji di Kota Batam mendadak menaikan harga elpiji 3 kilogram subsidi atau gas melon dari Rp 18 ke Rp 20 ribu. Alasannya, karena uang transportasi untuk pengantaran gas melon itu juga turut naik.
Namun adanya kenaikan gas bersubsidi itu ditepis oleh Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau. Ia memastikan bahwa harga si hijau bersubsidi itu masih Rp 18 ribu untuk wilayah Batam.
“Tak ada kenaikan, sampai hari ini (kemarin, red) harga HET-nya masih Rp 18 ribu, tak ada naik,” ujar Gustian.
Menurutnya, kenaikan harga BBM tak ada hubungannya dengan gas elpiji. Sebab, untuk kenaikan harga elpiji bersubsidi ditentukan oleh pemerintah pusat.
“Apapun alasannya, gas melon tak ada kenaikan. Tak bisa serta merta dinaikan begitu saja, kecuali elipiji tak bersubsidi,” tegas Gustian.
Karena itu, Gustian meminta agar masyarakat segera melapor jika ada pangkalan yang menjual gas melon diatas HET. Ia pastikan akan menindak langsung pangkalan nakal tersebut.
“Silahkan lapor ke kami jika ada pangkalan nakal,” imbau Gustian.
Masih kata Gustian, kuota gas melon di Batam sangat mencukupi. Buktinya sampai saat ini tak ada kelangkaan untuk gas melon tersebut.
“Alhamdulillah untuk kuota Batam aman,” pungkasnya. (*)
Reporter : Yashinta



