Senin, 26 Januari 2026

DLH Batam dan PKK Sosialisasikan Pilah Sampah di Galang

Dorong Masyarakat Tidak Bakar Sampah dan Aktif Gunakan Bank Sampah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
DLH Kota Batam bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Batam terus menggencarkan edukasi pengelolaan sampah melalui program “Pilah Sampah dari Rumah”. Sabtu (21/6).

batampos – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Batam terus menggencarkan edukasi pengelolaan sampah melalui program “Pilah Sampah dari Rumah”. Sabtu (21/6), sosialisasi tersebut digelar di Rempang Eco City, Kecamatan Galang, dengan melibatkan warga setempat serta jajaran PKK tingkat kecamatan dan kelurahan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kampanye informasi dan edukasi (KIE) pengurangan sampah yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Pada 2025 ini, DLH Batam menargetkan pelaksanaan sosialisasi di 12 kecamatan.

Kepala DLH Kota Batam, Herman Rozi, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan, Eka Suryanto, menjelaskan bahwa Galang menjadi kecamatan kedua setelah Lubuk Baja yang telah melaksanakan sosialisasi pilah sampah tahun ini.

“Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat, terutama di daerah yang belum memiliki Tempat Pembuangan Sementara (TPS), agar tidak membakar atau membuang semua sampah begitu saja. Minimal, sampah-sampah itu bisa dipilah terlebih dahulu antara organik dan anorganik,” ujar Eka, Minggu (22/6).

Ia mengatakan, wilayah Galang seperti Rempang dan sekitarnya belum memiliki fasilitas TPS memadai. Oleh sebab itu, pendekatan edukatif menjadi langkah awal untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap sampah.

“Kita ingin membangun kesadaran, bahwa meskipun belum ada TPS, masyarakat tetap bisa memilah sampah dari rumah. Sampah organik bisa dimanfaatkan, sementara sampah anorganik bisa disalurkan ke bank sampah,” katanya.

Dalam pelaksanaan sosialisasi ini, DLH Batam juga menggandeng Tim Penggerak PKK Kota Batam sebagai mitra pelaksana di tiap kecamatan. Ketua TP PKK Kota Batam, Erlita Sari Amsakar, dijadwalkan membuka kegiatan ini, namun karena berhalangan hadir, kegiatan diwakili oleh Kepala DLH.

“Ibu wali kota (Erlita Amsakar) merupakan pembina bank sampah di Batam, dan selama ini sangat aktif dalam pengembangan program pengurangan sampah berbasis masyarakat. Maka kerja sama dengan PKK ini menjadi sangat penting dan strategis,” ujar Eka.

Melalui kemitraan ini, DLH berharap edukasi tentang pemilahan sampah dapat menjangkau lebih luas ke lingkungan keluarga dan rumah tangga, yang merupakan sumber utama penghasil sampah.

“Target kita tahun ini ada 12 kecamatan yang menjadi lokasi sosialisasi. Dua di antaranya sudah berjalan di Lubuk Baja dan Galang. Lokasi lainnya masih tentatif dan akan menyusul dalam beberapa waktu ke depan,” jelasnya.

DLH Batam juga mendorong setiap kelurahan untuk mendirikan dan mengaktifkan bank sampah sebagai upaya meminimalisir sampah yang dibuang ke TPA. Sampah-sampah anorganik seperti plastik, botol bekas, dan kardus bisa memiliki nilai ekonomi bila dikumpulkan dan disalurkan ke bank sampah.

“Dengan gerakan pilah sampah dari rumah ini, kita ingin membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah. Tidak hanya bergantung kepada pemerintah, tetapi masyarakat juga ikut berperan aktif,” pungkas Eka. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update