Senin, 2 Februari 2026

Dorong Tanjungriau Jadi Wisata Berbasis Masyarakat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
DestinasI wisata baru dari program kota tanpa kumuh (kotaku) di Kampung Tua Tanjungriau, Sekupang. (Foto:Pemko Batam)

batampos – Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia (Wamenpar RI), Ni Luh Puspa, mengunjungi Tanjungriau, Sekupang, Batam, Senin (30/12), dalam rangka Gerakan Wisata Bersih (GWB). Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti pentingnya pengelolaan wisata berbasis masyarakat untuk memaksimalkan potensi kawasan sebagai destinasi wisata unggulan. Me-nurut Wamenpar, Tanjungriau memiliki daya tarik yang luar biasa, tetapi tantangan seperti pengelolaan kebersihan dan sampah perlu menjadi perhatian utama. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta sangat penting untuk menciptakan destinasi wisata yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan.

”Kebersihan kawasan wisata adalah kunci. Tanpa pengelolaan yang baik, wisatawan yang datang tidak akan merasa nyaman. Masyarakat perlu dilibatkan secara aktif dalam penge-lolaan dan perawatan kawasan ini,” ungkapnya.

Ni Luh Puspa juga meminta pemerintah daerah untuk memperbanyak atraksi lokal yang mampu menarik perhatian wisatawan. Atraksi berbasis budaya dan alam, menurutnya, dapat menjadi daya tarik utama Tanjungriau jika dikemas secara profesional.

”Selain pentingnya menjaga kebersihan, juga perlu memperbanyak atraksi agar wisatawan terkesan dan ingin kembali lagi,” tambahnya.

Dalam kunjungannya, Wamenpar mencatat bahwa meskipun Tanjungriau memiliki potensi besar, ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki. Hal ini mencakup pengelolaan kebersihan, peningkatan fasilitas umum seperti toilet yang bersih, dan pengelolaan parkir yang terorganisasi.

Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia (Wamenpar RI), Ni Luh Puspa (tengah), didampingi Kepala Dinas Pariwisata Batam, Ardiwinata, mengunjungi Tanjungriau, Sekupang, Batam, Senin (30/12).
F. Rengga yuliandra/Batam Pos

Ia menegaskan bahwa fasilitas penunjang merupakan bagian penting dari pengalaman wisatawan saat berkunjung. ”Kita juga perlu memikirkan bagaimana menjadikan Tanjungriau lebih terorganisasi. Apa saja yang bisa dinikmati oleh wisatawan, atraksi apa yang bisa disajikan, dan bagaimana pengelolaannya agar lebih profesional,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya konsep wisata berbasis masyarakat untuk meningkatkan perekonomian lokal. Menurutnya, pengelolaan wisata yang melibatkan masyarakat dapat menciptakan daya tarik unik sekaligus memberdayakan warga setempat.
Ia juga mengapresiasi semangat masyarakat yang mulai berupaya mengembangkan potensi wisata di Tanjungriau. ”Kami akan terus mendukung, terutama dalam hal pendampingan dan pelatihan bagi masyarakat untuk menjadikan Tanjungriau lebih kompetitif sebagai destinasi wisata,” jelasnya.

Selain itu, Wamenpar menyinggung rencana pemerintah pusat yang akan fokus pada pengembangan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), yaitu Borobudur (Jawa Tengah), Labuan Bajo (NTT), Mandalika (NTB), Danau Toba (Sumatra Utara), dan Likupang (Sulawesi Utara). Ia juga mene-kankan peran Batam sebagai salah satu dari tiga pintu masuk utama wisatawan mancanegara, bersama dengan Bali dan Jakarta.

”Batam memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara. Hal ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menarik lebih banyak wisatawan,” pungkasnya. (*)

Update