Minggu, 18 Januari 2026

Drainase di Marina Tersumbat Sampah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Drainase di Marina yang tersumbat sampah. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Masalah banjir menghantui warga di kawasan Marina, tepatnya di sekitar perumahan Ricci Satu dan Ricci Dua, Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang. Penyebab utamanya adalah tersumbatnya saluran drainase di gorong-gorong bawah jembatan penghubung antara dua perumahan tersebut.

Mulut gorong-gorong yang seharusnya mengalirkan air dengan lancar kini dipenuhi tumpukan sampah dan material tanah. Tak hanya itu, keberadaan tumbuhan enceng gondok yang tumbuh liar semakin memperparah penyumbatan, sehingga air hujan tidak bisa mengalir dengan normal.

Kondisi ini menjadi momok baru bagi warga setempat, terutama saat hujan deras mengguyur kawasan Marina dalam beberapa hari terakhir. Aliran air yang terhambat menyebabkan sejumlah ruas jalan dan pemukiman warga yang selama ini jadi lokasi langganan banjir selalu terendam banjir.

Suhardi, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi menyebutkan bahwa sumbatan itu diperparah oleh endapan material tanah dan lumpur di dalam gorong-gorong. “Ada material kayu yang nyangkut di endapan lumpur. Ini bikin sampah-sampah lain seperti plastik dan bungkus makanan semakin menumpuk,” ujarnya.

Jenis sampah yang mendominasi antara lain adalah plastik sekali pakai dan sisa bungkus makanan yang dibuang sembarangan. Hal ini memperjelas bahwa perilaku warga dalam membuang sampah sembarangan turut menjadi penyebab utama terjadinya penyumbatan drainase.

Ummar, warga lainnya, berharap agar masalah ini segera ditangani oleh pihak berwenang. “Air nggak bisa ngalir, terus akhirnya meluber ke jalan dan masuk ke rumah. Kami cuma ingin drainasenya diperbaiki supaya banjir nggak terus-terusan terjadi,” keluhnya.

Pemerintah Kota Batam, melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, saat ini memang tengah menjalankan sejumlah proyek normalisasi drainase di berbagai wilayah. Namun warga berharap agar kawasan Marina juga masuk dalam daftar prioritas penanganan, mengingat dampaknya yang semakin luas.

Kondisi ini pun mendapat perhatian dari Lurah Tanjungriau, Syamsuddin. Ia membenarkan adanya masalah drainase yang tersumbat di wilayahnya dan mengimbau masyarakat agar lebih tertib dalam membuang sampah. “Kami harap warga ikut menjaga lingkungan agar tidak terjadi banjir terus-menerus,” katanya.

Penyumbatan drainase bukanlah masalah baru di Batam, namun jika tidak segera ditangani secara menyeluruh dan melibatkan partisipasi aktif warga, potensi bencana seperti banjir akan terus berulang. Kombinasi antara sistem drainase yang buruk dan kesadaran lingkungan yang rendah menjadi tantangan besar bagi pemerintah kota.

Dengan meningkatnya curah hujan belakangan ini, persoalan drainase yang tersumbat seperti di Marina perlu segera mendapatkan solusi konkret. Penanganan menyeluruh dan edukasi warga adalah langkah penting untuk mencegah banjir kembali melumpuhkan aktivitas dan merusak lingkungan sekitar. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update