
batampos – Upaya Pemerintah Kota Batam untuk mengatasi persoalan banjir di Batuaji dan Sagulung sepertinya tidak berjalan mulus. Itu karena masih banyak proyek pengembang perumahan yang secara tidak langsung mengganggu normalisasi drainase ataupun lokasi resapan air.
Aktifitas penimbunan lokasi lahan yang akan membangun perumahan umumnya memakan lokasi aliran air baik itu drainase ataupun sungai dan rawa-rawa.
Salah satu yang disoroti warga adalah proyek pematangan lahan di dekat Perumahan Sierra, Kelurahan Bukit Tempayan, Batuaji. Proyek pengembang perumahan yang sedang mematangkan lahan di sekitar lokasi resapan air mulai memakan alur aliran air.
Baca Juga: DPRD Minta Ketegasan Moya Terkait Distribusi Air
Padahal lokasi ini sebelumnya digadang-gadang akan dijadikan kolam urukan untuk menampung air dari sekitarnya. Semua lokasi ini merupakan rawa-rawa yang memang selalu digenangi air. Setelah masuk pengembang perumahan, hampir separuh lokasi rawa-rawa tadi sudah ditimbun. Alur genangan dan aliran air semakin dipersempit bahkan jalur keluar air juga hampir semuanya sudah ditimbun.
Proyek ini disoroti masyarakat sebab akan berdampak dengan lingkungan sekitarnya nanti. Selama ini pemukiman di sekitar seperti perumahan Sierra, Masyebah sudah menjadi langganan banjir. Belum lama ini Pemko Batam sudah berupaya mengurai persoalan banjir tersebut dengan melakukan normalisasi drainase.
Baca Juga: Didenda hingga Rp 1 Juta, Ini 14 Jenis Pelanggaran yang Kena e-Tilang
Normalisasi drainase ini masih terus berjalan hingga saat ini yang sudah sampai di depan Taman Makam Pahlawan Bulang Gebang. Masyarakat berharap ada perhatian ataupun tindakan yang tegas dari instansi pemerintah terkait terhadap aktifitas proyek pematangan lahan tersebut.
“Tanah yang dikeruk dari lokasi proyek pelebaran drainase depan TMP juga dibawa ke lokasi penimbunan lahan itu. Kami warga jadi bingung, apakah proyek normalisasi drainase ini satu paket dengan proyek penimbunan lahan di lokasi resapan air itu. Setahu kami proyek penimbunan itu untuk perumahan, kok tanahnya malah disuplai dari proyek pemerintah. Semoga ada penjelasan yang pasti dari pemerintah karena kami warga sangat kuatir dengan proyek-proyek ini. Jangan sampai yang tanggung akibat (dampak banjir) masyarakat di sekitar sini,” ujar Dasrul, warga Kelurahan Bukit Tempayan.
Pantauan di lapangan, sejumlah alat berat masih beroperasi di lokasi pematangan lahan yang memakan area resapan air. Begitu juga dengan hilir mudik truk pengangkut material tanah dari lokasi proyek normalisasi drainase depan TMP ke lokasi proyek pematangan lahan masih terus berjalan, Senin (3/10). Jalan masuk ke Perumahan Sierra dan sekitarnya juga mulai rusak dan berlumpur. (*)
Reporter : Eusebius Sara



