
batampos – Tingginya debit air yang merendam salah satu kawasan perumahan warga di wilayah tak jauh dari Kampung Panglong Batubesar, tepatnya di sebelah RS Bhayangkara, memang bukan sekali ini saja.
Tiap hujan turun deras dan dalam waktu yang lama, perumahan tersebut selalu kebanjiran. Seperti yang terjadi di hari Kamis (20/3) kemarin.
Hal tersebut, menurut Ketua RW 017 di kawasan perumahan yang terendam banjir parah tersebut, Mahmudi, tingginya debit air yang merendam perumahan warganya itu, salah satunya dipicu oleh gorong-gorong aliran pembuangan air yang semula terdapat tiga gorong-gorong pembuangan air di sungai bersebelahan dengan perumahan warga yang kebanjiran tersebut, saat ini hanya difungsikan satu gorong-gorong pembuangan air sungai.
“Sisanya yang dua gorong-gorong itu sengaja ditutup atau dimatikan total dengan cara ditimbun saat pengerjaan proyek perbaikan gorong-gorong itu saat rusak dulu. Makanya wajar kalau air yang merendam perumahan kami itu debit airnya tinggi, karena luapan air sungai tak mampu terbuang atau mengalir sempurna ke pembuangan, tapi meluber lari mengalir ke perumahan warga kami. Yah semenjak gorong-gorong itu ditutup, rumah kami jadi sering kebanjiran,” terang Mahmudi.
Meski hari ini, Jumat (21/3) air sudah tak lagi tampak merendam salah satu kawasan perumahan warga di Batubesar Kampung Panglong, namun beberapa warga yang rumahnya terendam, masih ada yang belum berani pulang rumah, mengingat kondisi cuaca di Batubesar Nongsa mendung dan gerimis.
Banyak warga yang memilih bertahan sementara tinggal di rumah saudaranya, meninggalkan rumahnya yang kemarin kebanjiran.
Pantauan Batam Pos di kawasan perumahan yang kebanjiran paling parah di Batubesar Nongsa, tampak sejumlah pemilik rumah mulai membersihkan dalam rumah yang sempat terendam air sepinggang orang dewasa.
Bahkan beberapa barang barang elektronik seperti kulkas dan mecin cuci milik warga, dikeluarkan ke teras rumah agar kondisinya kering usai terendam air pasca turun hujan deras kemarin.
Banjir sendiri merendam rumah warga di Batubesar Nongsa sejak Kamis subuh. Banjir baru surut total usai pukul sekitar 19.00 WIB. Seperti yang dikatakan, Zendra salah satu warga yang rumahnya ikut kebanjiran.
“Ini kami sekarang beberapa warga ditugaskan memantau bergantian kondisi apabila turun hujan, untuk menghindari hal tak diinginkan seperti misalnya debit air akan lebih tinggi lagi,” ujarnya.
Lebih lanjut Zendra bersama warga berharap agar pemerintah segera memberikan solusi permanen agar banjir di permukiman mereka dapat segera teratasi dan tidak terus berulang.
Zendra mengungkapkan bahwa banjir di kawasan tersebut selalu terjadi setiap kali hujan deras. Ia menyoroti pendangkalan sungai dan buruknya sistem drainase sebagai penyebab utama yang harus segera ditangani.
“Sekarang sungainya dangkal, juga banyak tanaman liar yang menghambat aliran air. Dan dipicu oleh gorong-gorong aliran pembuangan air yang semula terdapat tiga gorong-gorong pembuangan air di sungai saat ini menjadi satu,” ujar Zendra.
“Sungai yang dangkal harus segera dinormalisasi, sampah yang menyumbat drainase juga harus ditangani. Kami ingin ada solusi konkret dari pemerintah,” tegasnya. (*)
Reporter: Galih Adi Saputro



