Rabu, 28 Januari 2026

Dua Kali Dipanggil Presiden, BP Batam Digenjot Optimalkan Kawasan Industri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Chairman Panbil Group, Johanes Kennedy mendampingi Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis saat mengunjungi Panbil Industrial Estate dan Kawasan Industri Terpadu Kabil. Foto. BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Pemerintah pusat mulai menaruh perhatian serius pada peran strategis Batam dalam menopang perekonomian nasional. Hal ini tercermin dari dua kali pemanggilan jajaran pimpinan BP Batam oleh Presiden Prabowo Subianto, sejak Maret 2025 lalu.

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, mengungkapkan dalam dua pertemuan tersebut, Prabowo secara langsung menginstruksikan agar BP Batam menggenjot sektor-sektor unggulan, termasuk kawasan industri dan galangan kapal.

“Presiden memberi kami target yang jelas: pertumbuhan ekonomi Batam harus lebih tinggi dari nasional. Untuk itu, kawasan industri harus jadi tulang punggung penggeraknya,” ujar Fary saat melakukan kunjungan ke Panbil Industrial Estate dan Kawasan Industri Terpadu Kabil, Rabu (28/5).

Kunjungan kerja tersebut dilakukan dalam rangka “belanja masalah”, yakni menyerap langsung keluhan dan aspirasi dari para pengelola kawasan serta pimpinan perusahaan yang beroperasi di wilayah industri.

Menurut dia, penguatan relasi dengan investor menjadi kunci untuk menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif.
“Kami ingin menjalin hubungan dengan investor layaknya teman atau sahabat. Komunikasi harus cair dan solutif,” tambahnya.

Salah satu persoalan utama yang mencuat dalam dialog dengan para pelaku industri adalah kenaikan harga gas bumi, yang dinilai membebani biaya produksi dan mengancam daya saing manufaktur lokal.

BP Batam tidak tinggal diam. Otorita berkomitmen untuk menjadi jembatan antara dunia usaha dan para pemangku kepentingan, baik di tingkat daerah maupun nasional, guna mencari solusi bersama atas berbagai hambatan investasi.

“Kami tidak ingin masalah ini berlarut-larut. Dalam waktu dekat kami akan menggelar pertemuan lintas sektor untuk membahas keluhan ini secara lebih mendalam,” kata Fary.

Ia menambahkan, konsolidasi internal sedang dilakukan untuk menyelaraskan program kerja BP Batam dengan visi pembangunan nasional, khususnya dalam konteks memperkuat sektor industri, maritim, dan logistik.

“Batam harus jadi pusat pertumbuhan industri yang efisien dan modern. Ini bukan sekadar soal capaian angka, tapi bagaimana kita membangun kepercayaan investor terhadap arah kebijakan pemerintah,” ujarnya. (*)

Reporter: Arjuna

Update