
batampos – Ancaman longsor di Kecamatan Batuaji semakin nyata. Dua lokasi berbeda kini sama-sama menghadapi kerusakan parah akibat hujan deras, namun hingga saat ini belum terlihat adanya langkah penanganan dari pemerintah. Kondisi ini membuat warga resah karena hidup di bawah bayang-bayang bencana setiap kali hujan turun.
Di Kampung Kibing, Kelurahan Kibing, perbatasan RT 04/09 RW 001, tebing longsor yang terjadi sejak Januari lalu terus melebar. Pohon besar tumbang, bagian bawah ruko rusak, hingga akses jalan warga di RT 09 terputus. Rumah milik Hamdan, warga setempat, bahkan sudah separuh amblas terbawa longsor.
“Kami tidak pernah tenang. Kalau hujan deras, saya dan anak harus pindah ke ruko. Rumah bisa habis sewaktu-waktu,” ungkap Hamdan, Kamis (11/9).
Meski situasi semakin membahayakan, hingga kini belum ada penanganan darurat. Warga khawatir longsor susulan bisa menimbun ruko-ruko yang berada di bawah tebing. “Kalau tidak segera diperbaiki, bencana besar bisa terjadi. Kami mohon ada tindakan cepat sebelum korban jatuh,” ujar Ahmad, warga lainnya.
Baca Juga: APBD Batam 2026 Ditarget Rp4,7 Triliun, DPRD Soroti Belanja Pegawai dan Prioritas Infrastruktur
Sementara itu, kerusakan serupa juga terjadi di tanggul drainase induk di pinggir Jalan R Suprapto, tepatnya di depan Perumahan Cemara Sagulung atau seberang simpang SMKN 1 Batam di Batuaji. Pantauan di lapangan, tebing drainase sudah banyak runtuh, dengan tembok penguat atau batu miring jebol di sejumlah titik. Kondisi ini diperparah air banjir sehari sebelumnya yang menghantam bahu jalan hingga terus tergerus.
“Awalnya hanya sebagian kecil yang retak, tapi sekarang hampir separuh tebing drainase sudah ambruk. Air hujan kemarin mempercepat kerusakan,” kata Asmin, warga sekitar.
Selain tanggul yang runtuh, beberapa pohon di bibir drainase juga ikut tumbang, membuat situasi semakin rawan. Jika dibiarkan, jalan utama penghubung Mukakuning–Batuaji itu bisa terputus sewaktu-waktu.
Baca Juga: Jalan Marina City Rusak Parah, Warga Keluhkan Truk Berat dan Banjir
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, sebelumnya mengakui persoalan ini. Ia menyebut perbaikan akan dijadwalkan sesuai kebutuhan dan ketersediaan anggaran. “Proyek normalisasi drainase sebagai upaya atasi banjir masih terus berjalan dan dilakukan secara bertahap,” katanya.
Namun hingga kini, belum terlihat adanya langkah nyata di lapangan, sementara warga terus dibayangi ketakutan setiap kali hujan deras mengguyur Batuaji. (*)
Reporter: Eusebius Sara



