
batampos – Dua warga Kota Batam yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien cacar monyet atau monkeypox asal Lubukbaja dinyatakan negatif. Hal ini diketahui setelah hasil pemeriksaan sampel dua kontak erat ini keluar dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kota Batam.
“Ada dua sampel yang diambil dan dua-duanya dinyatakan negatif (cacar monyet),” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi, Minggu (26/11).
Dikatakan Didi, kedua sampel ini adalah ibu dan teman pasien cacar monyet. Dimana kedua orang tersebut memiliki kontak langsung dengan pasien, baik sebelum dia dinyatakan positif monkeypox maupun pada saat dirinya berobat ke puskesmas.
“Setelah kita mengetahui ada pasien yang positif, kita langsung ambil sampel dan hasilnya negatif,” tambah Didi.
Baca Juga: Ada Kapal Tambahan Pelni dari Batam saat Libur Nataru, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya
Dikatakan Didi, untuk saat ini baru satu orang di Batam yang terkonfirmasi positif cacar monyet di Kota Batam. Satu orang itu adalah seorang pemuda berusia 23 tahun, bertempat tinggal di Kecamatan Lubuk Baja, Batam.
Dari keterangan pasien, ia tidak pernah melakukan perjalanan keluar kota dan melakukan kontak dengan orang yang terduga Monkeypox.
“Baru satu kasus yang terkonfirmasi pada 11 November 2023 kemarin,” ujar Didi.
Kasus Monkeypox ini dapat menular melalui kontak langsung kulit dengan penderita, melalui kegiatan seksual, berciuman, berpelukan dan kontak kulit lainnya. Virus tersebut juga dapat menular melalui dari permukaan benda yang terkontaminasi.
Gejalanya berupa demam, lelah, kemudian muncul sejumlah ruam di sekitar tubuh, seperti telapak tangan, telapak kaki, alat kelamin serta ruam pada area bokong.
“Tren cacar monyet di Indonesia bukan lagi disebabkan hewan pembawa akan tetapi lebih pada lewat hubungan seksual, atau pasien lelaki yang berhubungan seksual dengan lelaki (LSL),” terang Didi.
Kelompok penyuka sesama jenis menjadi yang paling beresiko terjangkit penyakit ini. “Untuk pasien di Batam ini sudah kita telusuri, kita gali dan memang dia tak mengakui berhubungan badan akhir-akhir ini. Dia berobat tanggal 7 kemarin masa inkubasi 7 hari dan kemungkinan ia kontak dengan penderita cacar monyet ini pada awal bulan November ini, ” tuturnya.
Gejala cacar monyet akan timbul 5-21 hari setelah penderita terinfeksi virus monkeypox. Gejala awal cacar monyet meliputi demam, lemas, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening yang ditandai dengan adanya benjolan di leher, ketiak atau, selangkangan.
Gejala awal dapat berlangsung selama 1-3 hari atau lebih. Setelah itu akan muncul gejala seperti ruam pada wajah yang akan menyebar ke bagian tubuh lainnya seperti lengan dan tungkai. Ruam tersebut akan muncul seperti bintil yang berisi cairan nanah, lalu pecah dan berkerak, kemudian akan menyebabkan borok di permukaan kulit.
“Bagi masyarakat yang merasa memiliki gejala tersebut dapat melaporkan ke puskesmas,klinik atau rumah sakit terdekat untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan,” pungkas Didi.(*)
Reporter: Rengga Yuliandra



