Senin, 26 Januari 2026

Dubes Australia untuk Indonesia dan Business Champion Tinjau Peluang Investasi Digital di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kunjungan Dubes Australia bersama Business Champion Australia untuk Indonesia ke Gelflex. f.ist

batampos– Kedutaan Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia terus memperkuat hubungan ekonomi bilateral dengan menjajaki peluang kerja sama baru.

Duta Besar Australia, Rod Brazier, bersama Business Champion Australia untuk Indonesia, Prof Jennifer Westacott AC, melakukan kunjungan kerja ke Batam, pada 29-30 Juni. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi antara pelaku bisnis dan investor kedua negara.

Kunjungan ini juga memantapkan komitmen Australia untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan Indonesia, sekaligus menunjukkan kepercayaan investor Australia terhadap potensi Batam sebagai pusat pertumbuhan dan digitalisasi kawasan.

Selama di Batam, Brazier dan Westacott bertemu dengan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. Mereka juga menyambangi Nongsa Digital Park (NDP) serta meninjau operasional tiga perusahaan Australia yang telah berinvestasi di Batam, yaitu Gelflex, Austin Engineering, dan Thiess.

BACA JUGA: Aktifkan 112 BTS untuk Dukung Ekonomi Digital, Telkomsel Perluas Layanan 5G di Batam

Prof Westacott menyebut potensi NDP sebagai magnet bagi investor digital Australia. Ia mengatakan, kawasan ini menawarkan infrastruktur dan regulasi yang mendukung kolaborasi ekonomi digital.

“Pusat Data Nasional yang baru menjadi peluang kolaborasi besar bagi perusahaan Australia, terutama dalam transformasi digital Indonesia,” katanya, Senin (30/6).

Senada dengan itu, Duta Besar Brazier menyambut baik keberadaan sejumlah perusahaan Australia di Batam. Ia menyebut, kehadiran mereka tidak hanya membawa nilai investasi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan transfer teknologi.

“Indonesia adalah mitra strategis kami. Kami senang melihat semakin banyak perusahaan Australia yang berinvestasi di Batam,” kata Brazier.

Kunjungan ini juga bertepatan dengan peringatan lima tahun penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA). Sejak diberlakukan pada 2020, perjanjian tersebut telah mendorong lonjakan dua kali lipat dalam volume perdagangan bilateral serta peningkatan signifikan investasi Australia ke Indonesia.

IA-CEPA menjadi landasan penting dalam memperluas kerja sama ekonomi kedua negara. Perjanjian ini tidak hanya menghapus hambatan tarif dan non-tarif, tetapi juga membuka peluang kerja sama di sektor pendidikan, teknologi, serta pengembangan kapasitas SDM.

Pemerintah Australia juga tengah mendorong realisasi strategi Invested: Australia’s Southeast Asia Economic Strategy to 2040. Program ini dirancang untuk meningkatkan keterlibatan ekonomi Australia di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, melalui pendekatan jangka panjang yang berorientasi pada pertumbuhan inklusif.

Dalam pelaksanaannya, Deal Team Investasi Kedutaan Besar Australia di Jakarta turut berperan. Tim ini bekerja sama dengan pelaku usaha dan investor untuk menjaring peluang baru dan mendukung ekspansi bisnis Australia di Indonesia, termasuk di kawasan-kawasan strategis seperti Batam. (*)

Reporter: Arjuna

 

Update