
batampos – Balai Badan POM Batam-Kepri belum mendapatkan laporan masyarakat soal adanya dugaan beras opolosan yang beredar di pasar dan telah dikonsumsi masyarakat. Kepala BPOM Batam mengatakan sampai saat ini pihaknya baru mengetahui dan belum ada laporan terkait itu.
“Sejauh ini belum ada laporan masyarakat ke kami (BPOM) mengenai beras oplosan yang beredar di masyarakat,” kata Kepala BPOM Batam, Musthofa Anwari, kepada Batam Pos, Senin (11/9).
Baca Juga: Warga Batam Keluhkan Nasi Cepat Basi, Dinkes Sebut Harus Uji Lab Kandungan Beras
Musthofa menjelaskan, untuk beras leading sektornya tidak di BPOM sebab bukan jenis pangan olahan, tetapi menjadi wewenang di Ketahanan Pangan.
“Tapi apabila ada parameter kandungan yang ingin diuji itu ada di kami. Tetap untuk leading sektornya di Ketahanan Pangan,” ujarnya.
Lanjutnya, BPOM akan menguji jika dari dinas terkait memberikan sampel kandungan atau zat yang perlu diuji dalam beras tersebut.
Baca Juga: Pemegang Kartu Fuel Card 3.0 di Batam Sudah Capai 7 Ribu, Pendaftaran Masih Dibuka
Sebelumnya, sejumlah warga Batam mengeluhkan kualitas beras yang buruk. Sebabnya, beras yang sudah jadi nasi mudah basi meski masih di dalam penanak nasi.
Warga tersebut mempertanyakan kualitas beras yang semakin buruk disaat harga melejit naik. Bukannya bertambah baik, beras yang dikonsumsi malah cepat basi usai dimasak. (*)
Reporter: Azis Maulana



