batampos – Bahasa Inggris adalah bahasa yang paling banyak digunakan di dunia, bahasa ini merupakan bahasa ibu untuk lebih dari 400 juta orang diseluruh dunia. Sebagai upaya mendukung pemerintah untuk program edukasi dan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris bagi siswa-siswi di daerah pariwisata, EF Kids and Teens Indonesia memberikan program pelatihan bahasa inggris untuk tenaga pendidik sekolah dasar di wilayah program Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) seperti Mandalika, Samosir, Labuan Bajo, Bromo, Magelang.

“Sebagai sekolah bahasa Inggris terbesar di dunia, EF Indonesia berkomitmen turut memajukan pendidikan terutama dalam meningkatkan kemampuan penguasaan Bahasa Inggris dan pengembangan metode fun learning secara berkesinambungan,” ujar Country Director EF Kids & Teens Indonesia, Suryadi Afan, Selasa (27/6).
Program pelatihan ini juga bukan yang pertama dilakukan, sebelumnya telah melakukan program pelatihan bagi tenaga pendidik PAUD.
“Selain itu, EF juga telah menyelenggarakan program dukungan untuk pengajar muda ke berbagai daerah pelosok Indonesia,”sebutnya.
Sejak 2014 EF telah mengirimkan pengajar muda guna mendukung pengembangan kapasitas tenaga pendidik ke beberapa daerah pelosok Indonesia seperti Kabupaten Natuna, Riau, Kabupaten Paser di Kalimantan Timur, dan Kabupaten Boalemo, Gorontalo.
Lebih lanjut Suryadi menyampaikan, tahun ini m fokus pada pengembangan tenaga pendidik sekolah dasar di wilayah program Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) seperti Mandalika, Samosir, Labuan Bajo, Bromo, Magelang.
“Samosir menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program edukatif tahun ini mengingat Samosir memiliki potensi pariwisata yang sangat besar dengan 58 lokasi objek wisatanya,”sebutnya.
Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Samosir, Waston Simbolon, mengatakan, Samosir sebagai salah satu Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) mendorong seluruh masyarakatnya memiliki pendidikan dan penguasaan bahasa asing yang baik.
“Apalagi, saat ini jumlah objek wisata di Samosir sudah mencapai angka 58. Upaya edukatif yang dibawa sangat membantu kami mendukung semakin baik dalam berinteraksi dengan masyarakat dunia melalui Bahasa Inggris,”sebutnya.
Harapan ke depannya, ingin juga dapat mencetak tour guide di Samosir sendiri dan tenaga pendidik dapat membuka pelatihan berbahasa Inggris secara mandiri. (*)
Reporter: Azis Maulana



