Jumat, 30 Januari 2026

Ekspor Batam Maret 2025 Tembus US$ 1,49 Miliar, Didominasi Produk Elektronik

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Batuampar.

batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat nilai ekspor Kota Batam pada Maret 2025 mencapai US$ 1.496,46 juta. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar US$ 46,2 juta atau 3,19 persen dibandingkan Februari 2025.

Kepala BPS Batam, Eko Aprianto mengatakan, kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya ekspor sektor nonmigas. Nilai ekspor nonmigas pada Maret 2025 tercatat sebesar US$ 1.427,82 juta atau naik 3,37 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara ekspor sektor migas justru mengalami penurunan sebesar 0,54 persen atau sekitar US$ 0,38 juta, menjadi US$ 68,63 juta.

“Secara kumulatif, nilai ekspor Batam selama Januari hingga Maret 2025 mencapai US$ 4.721,61 juta atau naik sebesar 26,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Eko, Rabu (7/5).

Ia menyebutkan, sektor nonmigas masih menjadi andalan utama ekspor Batam. Sepanjang triwulan pertama 2025, ekspor nonmigas tercatat sebesar US$ 4.506,08 juta atau naik 29,73 persen secara tahunan (c-to-c). Kenaikan ini terutama disumbang oleh ekspor golongan barang Mesin/Peralatan Listrik (HS 85) yang mendominasi dengan nilai US$ 2.059,35 juta, berkontribusi 45,65 persen dari total ekspor nonmigas.

Baca Juga: Imigrasi Se-Kepri Gelar Program “Eazy 1000 Passport” di Grand Batam Mall

Golongan barang ekspor utama lainnya yakni Kapal Laut sebesar US$ 540,44 juta, Mesin/Pesawat Mekanik sebesar US$ 502,93 juta, Benda dari Besi dan Baja sebesar US$ 322,19 juta, serta produk Kakao/Cokelat sebesar US$ 240,33 juta.

“Komoditas ekspor ikan dan udang juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sebesar 10,99 persen dibandingkan Januari–Maret 2024,” tambahnya.

Dari sisi negara tujuan, ekspor Kota Batam pada Maret 2025 paling besar ditujukan ke Amerika Serikat dengan nilai US$ 490,34 juta, naik 40,39 persen dibanding Februari 2025, dan meningkat 21 persen dibanding Maret tahun lalu. Amerika Serikat juga menjadi negara tujuan ekspor terbesar sepanjang triwulan pertama 2025, dengan total US$ 1.148,52 juta.

Negara tujuan ekspor berikutnya adalah Singapura (US$ 1.025,59 juta), Arab Saudi (US$ 535,92 juta), Tiongkok (US$ 232,40 juta), dan Australia (US$ 209,57 juta). Negara lainnya termasuk Jepang, Vietnam, India, Prancis, dan Malaysia juga berkontribusi signifikan.

Sementara itu, dari sisi pelabuhan muat utama, ekspor Batam pada Maret 2025 paling banyak melalui Pelabuhan Batu Ampar sebesar US$ 1.046,91 juta. Disusul Pelabuhan Sekupang (US$ 238,88 juta), Kabil/Panau (US$ 133,55 juta), dan Belakang Padang (US$ 69,32 juta). Kontribusi keempat pelabuhan ini mencapai 99,55 persen dari total ekspor Batam.

Baca Juga: Jalan S Parman Gelap Gulita, Warga Mengeluh

Meski nilai ekspor melalui Batu Ampar naik secara tahunan sebesar 14,01 persen, namun secara bulanan justru turun 1,49 persen dibanding Februari 2025.

Secara volume, ekspor terbesar juga masih melalui Pelabuhan Batu Ampar dengan berat 144,08 ribu ton pada Maret 2025. Namun volume ini mengalami penurunan 0,74 persen dibanding bulan sebelumnya. Secara kumulatif, volume ekspor melalui Batu Ampar sepanjang Januari-Maret 2025 mencapai 462,77 ribu ton, naik 21,92 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Batu Ampar masih menjadi pelabuhan utama dalam pergerakan ekspor Batam, baik dari sisi nilai maupun volume, dengan kontribusi 40,24 persen terhadap total ekspor Batam sepanjang 2025,” ujar Eko.

Dari sisi impor, BPS mencatat nilai impor Batam pada Maret 2025 sebesar US$ 1.317,99 juta atau turun 1,09 persen dibanding Februari 2025. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update