Minggu, 25 Januari 2026

Ekspor Ikan Batam Tembus Rp232 Miliar, Singapura Jadi Pasar Utama

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Nelayan saat menurunkan berbagai jenis ikan hasil tangkapan dari kapal kayu di Pelabuhan Rakyat Sagulung. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Sektor perikanan Kota Batam menunjukkan geliat pertumbuhan yang signifikan sepanjang tahun 2024. Data dariDinas Perikanan mencatat, total ekspor hasil tangkapan nelayan Batam mencapai 5.414 ton dengan nilai transaksi menyentuh angka Rp232 miliar. Ekspor ini mayoritas dikirim ke Singapura, yang menjadi pasar utama bagi ikan-ikan bernilai tinggi dari perairan Batam.

Kepala Dinas Perikanan Batam, Yudi Admajianto, mengatakan pengiriman dilakukan melalui pelabuhan resmi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), seperti Pelabuhan Tanjung Riau dan Belakang Padang.

“Pola ekspor dilakukan setiap malam. Ikan-ikan dari nelayan dikumpulkan di pulau-pulau, lalu disalurkan ke agen ekspor resmi,” katanya, Kamis (7/8).

Harga jual ikan Batam di pasar Singapura cukup kompetitif, bahkan lebih tinggi dibandingkan harga lokal. Hal ini membuat nelayan lebih memilih mengekspor hasil tangkapan mereka secara langsung, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi nelayan.

Jenis ikan yang paling banyak diekspor adalah ikan karang bernilai tinggi seperti kerapu, unggak, kaci, dan dingkis. Sementara itu, kebutuhan konsumsi ikan harian masyarakat Batam seperti benggol dan mata besar justru dipasok dari daerah lain seperti Natuna dan Anambas.

Permintaan ekspor yang stabil membuat nelayan Batam tidak mengalami kesulitan dalam menjual hasil tangkapannya. Pemerintah daerah pun turut aktif memberikan pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan produktivitas serta kapasitas tangkap nelayan lokal.

Dari sisi ketersediaan stok, Dinas Perikanan memastikan kondisi ikan di Batam masih dalam situasi aman. Saat ini terdapat 14 cold storage aktif yang rutin diawasi untuk menjamin kestabilan pasokan dan harga ikan di pasar domestik.

“Cold storage ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas ikan sekaligus mengantisipasi lonjakan harga di musim-musim tertentu,” ujar Yudi.

Melihat tren ekspor yang terus meningkat, Pemko Batam menargetkan capaian ekspor tahun 2025 dapat menembus angka 6.000 ton dengan nilai transaksi sebesar Rp250 miliar. Hingga semester pertama 2025, realisasi ekspor sudah mencapai 3.275 ton atau 55 persen dari target, dengan nilai setara Rp129 miliar.

Sebagai bentuk keberpihakan kepada nelayan, Pemko Batam juga memberikan rekomendasi pengambilan BBM secara khusus untuk kebutuhan operasional kapal nelayan. Program ini dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan daya saing nelayan lokal.

Yudi menyebut, potensi perikanan Batam sangat besar dan harus dikelola dengan strategi yang tepat. “Tugas kami memastikan potensi ini bisa dioptimalkan untuk kesejahteraan nelayan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya. (*)

Reporter: Arjuna

Update