Minggu, 11 Januari 2026

Ekspor Nonmigas Batam Tumbuh 24,99 Persen, Mesin dan Peralatan Listrik Paling Dominan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Batuampar. BPS Kota Batam merilis total nilai ekspor Batam pada pada Oktober 2024 sebesar USD 291,11 juta atau 23,28 persen dibandingkan September 2024.

batampos – Kegiatan ekspor Kota Batam pada Oktober 2024 menunjukkan tren positif dengan peningkatan nilai sebesar USD 291,11 juta atau 23,28 persen dibandingkan September 2024. Lonjakan ini terutama didorong oleh pertumbuhan ekspor sektor nonmigas, yang meningkat 24,99 persen atau setara USD 292,07 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko Aprianto, mengungkapkan bahwa dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kumulatif ekspor Kota Batam pada Januari-Oktober 2024 mengalami kenaikan signifikan sebesar USD 1,145 miliar atau 9,38 persen. Peningkatan ini didukung oleh pertumbuhan ekspor sektor migas sebesar USD 140,96 juta (20,55 persen) dan sektor nonmigas sebesar USD 1,004 miliar (8,72 persen).

“Ekspor sektor nonmigas terus menjadi penyumbang terbesar untuk Batam. Sepanjang Januari-Oktober 2024, kontribusi ekspor nonmigas mencapai USD 12,525 miliar, dengan komoditas unggulan seperti Mesin/Peralatan Listrik (HS 85), Benda-benda dari Besi dan Baja (HS 73), dan Mesin-mesin/Pesawat Mekanik (HS 84),” jelas Eko Aprianto, Kamis (5/12).

Baca Juga: Inflasi Kota Batam Naik, Pemko Tingkatkan Pemantauan Harga untuk Kendalikan Kenaikan

Menurutnya, selama Januari-Oktober 2024, golongan barang Mesin atau Peralatan Listrik (HS 85) menjadi penyumbang utama ekspor nonmigas Batam, dengan nilai mencapai USD 5,760 miliar atau sekitar 46 persen dari total ekspor nonmigas.

Selanjutnya disusul Mesin/Peralatan Listrik (HS 85) sebesar USD 5,760 miliar (46,00 persen), Benda-benda dari Besi dan Baja (HS 73): USD 2,003 miliar (16,00 persen), Mesin-mesin/Pesawat Mekanik (HS 84): USD 1,173 miliar (9,37 persen) serta Kapal Laut (HS 89) sebesar USD 551,02 juta (4,40 persen).

“Namun, komoditas ikan dan udang turun sebesar 24,07 persen dibandingkan periode Januari-Oktober 2023, dengan kontribusi hanya 0,10 persen dari total ekspor nosebesa, ” tambahnya.

Singapura tetap menjadi negara tujuan ekspor terbesar Kota Batam pada Oktober 2024, dengan nilai mencapai USD 424,86 juta. Angka ini meningkat 13,59 persen dibandingkan September 2024 dan naik 22,74 persen dibandingkan Oktober 2023. Sepanjang Januari-Oktober 2024, ekspor ke Singapura mencapai USD 3,494 miliar atau 26,18 persen dari total ekspor Batam.

Baca Juga: Rapat Pleno Penghitungan Suara Tingkat Kota Batam Dimulai, Ansar-Nyanyang Unggul

“Namun, kontribusi Singapura pada tahun ini mengalami penurunan sebesar 15,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,”ujar Eko.

Selain Singapura, negara tujuan utama lainnya meliputi, Amerika Serikat USD 3,324 miliar (24,90 persen), Australia USD 1,480 miliar (11,09 persen), Tiongkok USD 982,59 juta (7,36 persen), dan Jepang: USD 557,69 juta (4,18 persen).

Sementara itu pelabuhan Belakang Padang mencatat volume ekspor terbesar pada Oktober 2024 dengan pengiriman mencapai 137,55 ribu ton, naik 3,35 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, untuk kumulatif Januari-Oktober 2024, Pelabuhan Kabil/Panau mendominasi dengan volume ekspor sebesar 3,778 juta ton atau naik 221 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pelabuhan ini menyumbang 56,80 persen dari total volume ekspor Batam. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update