
batampos – Pencatatan meteran untuk tagihan air bersih oleh petugas Air Batam Hilir (ABH) atau Moya di Batam diduga asal-asalan. Beberapa pelanggan merasakan keanehan dari total tagihan air yang setiap bulan sama persis, hingga tagihan yang naik terus.
Seperti yang dialami Tika, warga Nongsa yang merasa aneh dengan tagihan air di rumahnya. Ia Ia mengaku, sejak bulan April hingga Agustus, tagihan airnya sama persis. Begitu juga dengan total air berapa kubiknya yang ia gunakan.
“Aneh saja, tagihan air saya sama persis sejak 4 bulan belakangan. Pemakaian juga sama berapa kubiknya,” ujar Tika.
Baca Juga: Warga Bukit Raya Cuci Piring dan Baju di Depan Kantor PT ABH
Menurut dia, sejak 4 bulan lalu tagihan air dirumahnya naik menjadi Rp 115 ribu per bulan. Padahal sebelumnya pemakaian ia sekeluarga hanya Rp 50-70 ribuan per bulan.
Yang lebih anehnya, tanggal pencatatan meterannya hampir sama, cuma beda bulan, atau selisih sehari, namun di jam yang sama.
“Sudahlah naik, terus tidak berubah-ubah sama sekali. Apa mungkin saya memakai air sama persis setiap bulannya. Kecuali memang dijatuhkan, ini kan tidak. Kemudian, jam pencatatannya juga sama, tak masuk akal menurut saya,” kesalnya.
Karena itu, ia menilai petugas pencatat di lapangan asal tebak saja. Menyesuaikan dengan tagihan sebelumnya.
“Keliatan banget asalnya. Kalau seperti ini, konsumen yang dirugikan,” imbuhnya.
Baca Juga: Solusi Krisis Air, ABH Hanya Mampu Suplai 5 Tangki Air Untuk Warga
Hal lain dirasakan janggal Ina, warga lainnya. Ia merasa tagihan air di rumahnya naik drastis. Padahal hanya ada dua orang di rumahnya.
“Saya tinggal berdua dengan suami, masa kena bisa Rp 130 ribuan. Kalau ada 5-7 orang, bisa sajakah, ini berdua loh,” keluhnya.
Menurut dia, dulu tagihan di rumahnya hanya berkisar Rp 60 ribuan per bulan. Kemudian naik menjadi Rp 80 ribuan, dan naik terus hingga diatas seratus ribuan.
“Kok bisa naik terus, dengan orang yang sama dan aktifitas yang sama setiap bulannya,” sebut Ina. (*)
Reporter: Yashinta



