Kamis, 15 Januari 2026

Endipat Dukung Rencana Presiden Obati 2.000 Warga Gaza di Pulau Galang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Anggota Komisi I DPR RI, Endipat Wijaya. F.Cecep Mulyana

batampos – Presiden Prabowo Subianto menyiapkan Pulau Galang sebagai tempat pengobatan bagi 2.000 warga Gaza yang terluka akibat konflik berkepanjangan di wilayah tersebut. Rencana ambisius ini diungkapkan dalam Sidang Kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, pada 6 Agustus lalu.

Pemilihan Pulau Galang bukan tanpa pertimbangan matang. Lokasi itu dipilih karena memiliki fasilitas rumah sakit dan fasilitas pendukung yang memadai untuk mengobati warga Gaza yang menjadi korban perang. Infrastruktur kesehatan yang telah ada di Galang dinilai dapat mendukung upaya kemanusiaan yang direncanakan pemerintah.

Baca Juga: Tawuran Remaja di Batuaji, Polisi Gandeng Sekolah untuk Selidiki Pelaku

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPR RI, Endipat Wijaya, menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah tersebut. Menurutnya, ada banyak kebijakan yang bisa dilakukan pemerintah tanpa perlu persetujuan DPR terlebih dahulu, termasuk dalam konteks operasi kemanusiaan ini.

“Menjaga keamanan nasional yakni operasi militer selain perang tidak perlu persetujuan DPR, hanya bikin peraturan pemerintah, undang-undang TNI kan begitu,” katanya, Minggu (10/8).

Ia menyebut bahwa DPR RI sangat mendukung inisiatif ini karena menyangkut aspek kemanusiaan yang fundamental. “Kita dasarnya sangat mendukung karena ini soal kemanusiaan,” tambahnya.

Baca Juga: Satgas Penyelundupan Tindak Barang Ilegal Senilai Rp 7,6 Miliar di Batam

Meski mendukung penuh, Endipat mengakui belum mengetahui detail teknis pelaksanaannya. Hal tersebut disebabkan DPR saat ini sedang berada dalam masa reses, sehingga belum ada komunikasi intensif mengenai aspek teknis operasional.

“Kami percaya kepada pemerintah soal langkah yang diambil untuk warga Gaza, pasti sudah disiapkan secara baik. Kita menunggu pemerintah meng-update ke DPR soal teknis seperti apa,” ujar dia. (*)

 

Reporter: Arjuna

Update