Jumat, 23 Januari 2026

ESB Dorong Digitalisasi Industri Kuliner Sumatera

Batam Jadi Basis Pertumbuhan Baru

spot_img

Berita Terkait

spot_img
CEO ESB, Gunawan, memaparkan strategi ekspansi perusahaan teknologi kuliner berbasis cloud ke wilayah Sumatera. ESB membantu ribuan pelaku F&B meningkatkan efisiensi bisnis lewat sistem terintegrasi POS, ERP, dan AI Olin
(Ki-ka) Para pendiri PT Esensi Solusi Buana, Dwi Prawira, Chief Information Technology Officer; Gunawan Chief Executive Officer; Eka Prasetya, Chief Operating Officer; Setiadi Prawiryo, Chief Technology Officer. F. ESB untuk Batam Pos

batampos – Di tengah geliat kebangkitan ekonomi daerah, sektor kuliner di Sumatera terus menunjukkan perannya sebagai motor penggerak perekonomian.

Dari kafe kekinian di pusat kota hingga restoran seafood di tepi pantai, para pelaku usaha kuliner terus berinovasi untuk bertahan dan berkembang.

Namun, di balik semangat tersebut, masih banyak pelaku usaha yang bergelut dengan tantangan klasik: manajemen operasional yang rumit, pencatatan manual, hingga keterbatasan akses terhadap teknologi efisien.

Menjawab kebutuhan itu, PT Esensi Solusi Buana (ESB) — perusahaan teknologi penyedia software all-in-one berbasis cloud khusus industri F&B — memperluas jangkauan transformasi digitalnya ke wilayah Sumatera.

Gunawan, Co-founder & CEO ESB, mengungkapkan bahwa kiprahnya di dunia F&B dimulai dari pengalaman panjang sebagai konsultan keuangan sejak 2008. Ia mendirikan ESB pada akhir 2018 dengan misi sederhana: menghadirkan solusi digital yang fokus pada industri kuliner.

“Sejak awal saya heran, kenapa tidak ada software yang benar-benar fokus membantu F&B. Padahal sejak 2018 saja, industri ini nilainya sudah mencapai 60 miliar dolar,” ujarnya via zoom, Jumat (23/10).

Kasir digital modern untuk pencatatan penjualan yang akurat, cepat, dan terhubung langsung ke sistem dapur dan laporan. F. ESB untuk Batam Pos

Berbekal dukungan investor, ESB kini berkembang menjadi ekosistem teknologi kelas dunia yang membantu ribuan pelaku F&B meningkatkan efisiensi hingga 30 persen dan mendorong kenaikan nilai transaksi rata-rata hingga 67 persen.

“Di dunia teknologi, kami punya siklus pengembangan yang disebut dengan sprint. Setiap dua minggu, kami selalu melakukan pembaruan, menambahkan fitur baru atau menyempurnakan sistem yang sudah ada. Kadang perubahan itu tidak terlihat langsung oleh pengguna, tapi di belakang layar kami terus berinovasi,” ujar Gunawan.

ESB menghadirkan ekosistem terintegrasi, mulai dari sistem kasir (POS), Enterprise Resource Planning (ERP), loyalty system, payment gateway, hingga supply chain management yang semuanya saling terhubung.

Tujuannya jelas: menghilangkan pekerjaan berulang dan memberikan rekomendasi berbasis data yang bersifat preventif.

“Kami bahkan punya fitur AI bernama Olin yang secara otomatis menganalisis data tanpa memerlukan perintah dari pengguna. Olin dapat langsung memberikan rekomendasi, misalnya, untuk mencegah penurunan penjualan atau memprediksi potensi kecurangan di outlet,” jelasnya.

ESB hadir di Sumatera untuk membantu pelaku usaha F&B naik kelas dengan sistem digital terintegrasi dan dukungan AI. F. ESB untuk Batam Pos

Melalui sistem operasional yang saling terhubung dan analisis data yang lengkap, ESB dapat memperkirakan potensi penjualan hingga tiga bulan ke depan dengan tingkat akurasi 90–97 persen.

Gunawan menegaskan, ESB tidak hanya menyasar pengusaha besar, tetapi juga berkomitmen memperkuat daya saing pelaku UMKM kuliner agar bisa naik kelas.

Menurutnya, pengalaman ESB dalam bekerja sama dengan berbagai jenis usaha kuliner, mulai dari restoran dan kafe hingga gerai kecil dan coffee shop, membuat perusahaan mampu memahami alur kerja terbaik di industri ini.

Pemahaman tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam sistem yang dapat diakses oleh semua pengguna sistem solusi ESB, termasuk pelaku usaha kecil. Dengan begitu, pengusaha kecil juga dapat beroperasi secara lebih profesional dan berkelanjutan.

ESB juga aktif mengadakan pelatihan, seminar, dan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pertumbuhan industri kuliner.

Teknologi tak lagi milik kota besar. Kini pelaku kuliner di Batam, Medan, dan seluruh Sumatera bisa menikmati kemudahan digital lewat sistem cerdas ESB. F. ESB untuk Batam Pos

Dalam ekspansi ke Sumatera, ESB menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis.

“Kami tidak hanya menyediakan software, tapi juga membangun ekosistem. Merchant bisa mendapat akses ke jaringan perbankan, promosi digital, hingga pelatihan bisnis,” ungkap Gunawan.

Melalui kolaborasi ini, pelaku usaha mendapatkan kemudahan transaksi, promosi lintas platform, serta dukungan pemasaran digital yang lebih luas.

Gunawan menilai wilayah Sumatera, khususnya Batam dan Medan, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan industri F&B berbasis digital di luar Jawa.

“Setelah Jawa, Sumatera adalah pulau paling siap untuk transformasi digital. Pengusahanya lebih matang dan siap berkembang. Bahkan saya melihat Batam bisa tumbuh lebih cepat dari kota-kota besar Sumatera lainnya,” ujarnya optimistis.

Selain karena perputaran ekonomi yang tinggi, ketersediaan SDM berkualitas juga menjadi alasan ESB memilih Batam sebagai salah satu basis ekspansinya.

Baru-baru ini, ESB masuk dalam daftar “Forbes Asia 100 to Watch” 2025, pada kategori Enterprise Technology & Robotics. Gunawan menegaskan bahwa masuknya ESB dalam daftar Forbes menjadi bukti kesehatan bisnis perusahaan teknologi ini di tengah fenomena “tech winter”yang melanda banyak startup.

“Bagi kami, ini bukan hanya soal prestise, tapi bukti bahwa model bisnis kami sehat dan dipercaya. Merchant juga jadi lebih tenang karena tahu mereka memakai layanan dari perusahaan yang stabil,” ujarnya.

Dengan pendekatan berbasis kolaborasi dan teknologi prediktif, ESB tidak hanya membantu pelaku F&B bertahan, tetapi juga tumbuh berkelanjutan.

“Kalau pengusaha kuliner berkembang, maka kami juga berkembang. Misi kami sederhana: menjadikan industri F&B Indonesia tidak hanya kuat di dalam negeri, tapi juga berdaya saing di tingkat dunia,” tutup Gunawan. (*)

Update