Minggu, 25 Januari 2026

FKUB Batam Serukan Kerukunan dan Kedamaian di Tengah Dinamika Nasional

spot_img

Berita Terkait

spot_img
FKUB Batam saat berdiskusi dalam penyampaian sikap mengenai eskalasi yang berkembang di tingkat nasional. f. Arjuna

batampos– Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Batam, bersama tokoh lintas agama menyampaikan seruan moral penting terkait dinamika nasional yang tengah menghangat.

Ketua FKUB Batam, Chablullah Wibisono, menyampaikan bahwa kerukunan dan persaudaraan adalah fondasi utama bagi Batam sebagai kota investasi dan pariwisata yang terus berkembang.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan, FKUB menyampaikan belasungkawa mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam aksi unjuk rasa di beberapa kota besar, termasuk Jakarta.

“Kami mendoakan semoga Tuhan Yang Maha Esa menempatkan mereka pada tempat terbaik,” kata Chablullah, Senin (1/9).

Katanya, ara elite bangsa baik di pusat maupun daerah harus lebih peka, empati, dan responsif terhadap aspirasi masyarakat. Menurutnya, kepekaan pemimpin menjadi kunci untuk mencegah eskalasi yang dapat merugikan kepentingan rakyat.

Selain itu, FKUB Batam mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga harmoni sosial yang telah terjalin di kota ini. Ia menyebut, Batam adalah rumah bersama, tempat di mana keberagaman justru menjadi kekuatan, bukan pemisah.

“Kami mengajak masyarakat Kota Batam untuk terus menjaga kerukunan, persaudaraan, dan harmoni yang menjadi modal sosial utama dalam membangun Batam sebagai Bandar Dunia Madani yang inovatif, berbudaya, dan berkelanjutan,” ujarnya.

FKUB juga menyerukan kepada para pemuka agama agar senantiasa menyampaikan pesan-pesan kerukunan dalam setiap khotbah keagamaan. Hal itu diyakini akan memperkuat kesadaran umat tentang pentingnya menjaga kedamaian.

BACA JUGA: DPRD Batam Usulkan Yayasan Kelola Perkuburan di Hinterland

FKUB Batam juga turut menyatakan dukungan terhadap Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam menjalankan tugas kepemimpinan. Menurutnya, visi Batam sebagai pusat investasi dan pariwisata hanya bisa terwujud jika seluruh elemen masyarakat menjaga stabilitas dan kedamaian.

“Batam bukan hanya milik satu golongan, melainkan milik kita bersama. Oleh karena itu mari kita rawat keberagaman ini demi kemajuan Kota Batam dan Indonesia tercinta,” ujarnya.

Seruan ini ditegaskan bersama para tokoh lintas agama, mulai dari MUI, Matakin, BKAG, Permabudhi, PHDI, hingga Kevikepan Batam. Mereka sepakat, menjaga kerukunan adalah tugas bersama agar Batam terus menjadi contoh harmoninya kehidupan beragama di Indonesia. (*)

Reporter: Arjuna

Update