
batampos– Jalan layang atau Flyover Laluan Madani sudah beroperasi selama 8 tahun atau diresmikan sejak Desember 2017 lalu. Namun, jembatan dengan biaya pembangunan mencapai Rp180 Miliar tersebut kini tak terawat.
Pantauan Batam Pos, ornamen Melayu pada dinding pilar jembatan sudah kusam dan kotor. Sedangkan tanaman hias di bawah jembatan seluruhnya layu.
“Dulunya, Flyover ini digadang-gadang untuk menarik pariwisata, sekarang malah tidak dirawat,” ujar Putra, warga Tiban, Sekupang.
BACA JUGA: PJU Padam, Jalan dari Flyover ke Kepri Mall Gelap Gulita, Warga Resah dan Curiga Ada Pencurian Kabel
Selain tak terawat, jalan di atas jembatan juga dipenuhi pasir. Putra menilai hal ini mengurangi kenyamanan dan membahayakan para pengendara.
“Banyak pasir di jalan, kalau cuaca panas banyak debunya,” kata Putra.
Hal senada dikatakan Feri, warga Baloi. Ia menilai daya tarik flyover ini hanya pada malam hari, dengan lampu hiasnya.
“Malam hari terlihat bagus, karena lampu hias. Kalau siang, tampak sangat kotor,” ujarnya.
Diketahui, Jalan layang Laluan Madani ini memiliki panjang 460 meter, lebar 32 meter, dan titik tertinggi dari permukaan tanah capai 9 meter.
“Flyover ini di pusat kota, kalau kotor dan tidak dirawat seperti ini jadi penilaian buruk sama wisman,” tutupnya. (*)
Reporter: Yofi



