Jumat, 3 April 2026

Fokusmaker Kepri Bangkit dari Kevakuman, Siap Jadi Motor Pemuda Dorong UMKM

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pelantikan Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan (Fokusmaker) Kepri.

batampos – Peran pemuda dalam pemberdayaan UMKM di Kepulauan Riau mendapat suntikan energi baru dengan bangkitnya kembali Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan (Fokusmaker) Kepri. Sabtu (28/6), sebanyak 60 mahasiswa resmi dilantik sebagai pengurus periode 2025–2028 di Hotel Planet Holiday, Batam.

Setelah sempat vakum, Fokusmaker Kepri hadir dengan semangat baru untuk mendorong mahasiswa lebih aktif terlibat dalam pembangunan daerah, khususnya melalui penguatan sektor ekonomi rakyat.

“Ini bukan sekadar pelantikan, tapi momentum kebangkitan Fokusmaker Kepri sebagai wadah mahasiswa yang ingin bergerak nyata untuk daerah,” ujar Ketua Umum Fokusmaker Nasional, Ali Ghiffar Putra.

Sebagai organisasi sayap dari Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Fokusmaker kini membawa misi memperkuat nilai kekaryaan dan kebangsaan. Ali menyebut mahasiswa tak sekadar agen perubahan, tetapi juga mitra pembangunan.

“Fokusmaker Kepri harus menjadi motor penggerak mahasiswa agar aktif, kritis, dan solutif terhadap berbagai tantangan daerah, termasuk penguatan sektor UMKM,” ujarnya.

Nathan Geraldo terpilih sebagai Ketua Fokusmaker Kepri dalam kepengurusan baru ini. Ia membawa visi agar Fokusmaker tak hanya eksis di kalangan kampus, tetapi juga dirasakan kehadirannya di tengah masyarakat.

“Kami ingin mahasiswa menjadi bagian dari solusi nyata. Fokusmaker akan berupaya hadir dan memberi manfaat bagi pelaku UMKM, yang merupakan tulang punggung ekonomi daerah,” tegas Nathan.

Nathan menyebut mahasiswa punya potensi besar dalam membantu UMKM tumbuh dan berdaya saing, terutama di era digital saat ini.

Dukungan terhadap Fokusmaker Kepri juga disampaikan Wakil Ketua Umum SOKSI, Ade Angga. Ia menilai kebangkitan organisasi ini sebagai harapan baru bagi penguatan peran pemuda dalam pembangunan daerah.

“Kader Fokusmaker adalah generasi muda enerjik dan penuh ide segar. Mereka perlu diberi ruang untuk berkarya dan bersinergi dengan berbagai pihak,” kata Ade.

Ia berharap Fokusmaker terus membangun kolaborasi dengan SOKSI dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjalankan program-program kreatif dan progresif. (*) 

Reporter: Rengga Yuliandra

UPDATE