
batampos – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam mendesak aparat kepolisian dan Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Kepulauan Riau untuk segera turun ke lapangan menyelidiki peristiwa meninggalnya Reza Ramadhan (26), pekerja PT Caterpillar Indonesia di Tanjunguncang.
Ketua KC FSPMI Batam Yapet Ramon mengatakan, pihaknya menerima informasi bahwa korban ditemukan dalam keadaan terbujur kaku dengan luka lecet di pelipis. Ia sempat mendapatkan pertolongan medis awal, namun nyawanya tak tertolong. “Kami menduga penyebabnya kecelakaan kerja, tapi hal ini perlu ditelusuri lebih lanjut,” ujarnya, Selasa (7/10).
Yapet menilai ada sejumlah kejanggalan dalam penanganan kasus tersebut, termasuk waktu pelaporan yang terlambat dan pemulangan jenazah yang cepat sebelum investigasi dilakukan. “Kami minta ini tidak ditutup-tutupi. Pihak pengawas provinsi dan kepolisian harus bekerja sama melakukan pemeriksaan di tempat korban ditemukan,” tegasnya.
Baca Juga: Karyawan PT Caterpillar Tewas Saat Bekerja, Polisi Selidiki Dugaan Kecelakaan Kerja
Menurutnya, kasus seperti ini seharusnya menjadi peringatan penting bagi perusahaan untuk memperketat mitigasi kecelakaan kerja. Ia menekankan pentingnya pemenuhan standar keselamatan kerja (K3) di awal agar risiko kecelakaan bisa terdeteksi sejak dini.
“Kami harap ke depan ada langkah konkret. Jangan menunggu korban berikutnya baru bertindak,” ujar Yapet. (*)
Reporter: Eusebius Sara



