Sabtu, 14 Maret 2026

Fungsi Ginjal Membaik, Pasien Gagal Ginjal Akut di RSBP Membaik

spot_img

Berita Terkait

spot_img
RSBP Batam menjadi salah satu rumah sakit rujukan untuk menangani pasien gagal ginjal akut. Foto: Iman Wachyudi / Batam Pos

batampos – Seorang balita berusia 2,5 tahun warga Batam yang sebelumnya didiagnosa mengalami gagal ginjal akut anak, telah dinyatakan membaik oleh dokter di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, Senin (31/10).

“Kondisi pasien membaik, fungsi ginjal juga sudah membaik,” ujar Direktur RSBP Batam, Afdhalun Hakim SpJB.

Ia menyebutkan saat ini peritoneal dialysis pasien sudah dilepas. Namun demikian, pasien ini masih memakai alat bantu pernapasan.

Sebagai diketahui, continuous ambulatory peritoneal dialysis adalah metode cuci darah yang dilakukan lewat perut. Metode ini memanfaatkan selaput dalam rongga perut yang memiliki permukaan luas dan banyak jaringan pembuluh darah sebagai filter alami ketika dilewati oleh zat sisa.

“Kita akan terus pantau perkembangannya,” ungkap Afdhalun.

Ikatan Dokter Anak Indone disia (IDAI) menyatakan, penderita gangguan ginjal akut misterius pada anak kemungkinan bisa sembuh total, penanganannya tidak memerlukan terapi hemodialisis atau cuci darah.

Dalam proses penyembuhan, penderita gangguan ginjal akut bisa kembali memproduksi urine dengan normal. Sekaligus ginjalnya dapat bekerja mengeluarkan bekas sampah metabolisme.

“Secara umum gagal ginjal akut meskipun terjadi stadium tiga, ketika penyembuhan bisa pulih total. Artinya stadium tiga butuh cuci darah bisa lepas dari cuci darah ketika fungsi ginjal normal, bisa keluarkan sisa-sisa sampah,” kata Sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi IDAI, Eka Laksmi Hidayati.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Batam, Melda Sari, menyebutkan, kasus gagal ginjal akut misterius pada anak di Batam berjumlah dua orang. Dimana satu anak meninggal dunia dan satu lainnya masih dirawat di rawat di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam.

“Sampai saat ini baru dua,” ujarnya.

Ia mengungakpkan, pasien meninggal inisial AS, usia 1 tahun. Pasien sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) dan meninggal pada 10 Oktober 2022. Selanjutnya, pasien dirawat berusia 2,5 tahun dirawat di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) hasil rujukan dari Rumah Sakit Bunda Halimah. (*)

 

 

Reporter : Rengga Yuliandra

SALAM RAMADAN