Sabtu, 7 Februari 2026

Gagal di Jalur Afirmasi, Bisa Coba Jalur Zonasi

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – Hari kedua Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD jalur afirmasi atau siswa tidak mampu di Kota Batam 304 orang. Jumlah itu mengalami penurunan bila dibandingkan hari pertama PPDB yang mencapai 1.783 calon peserta didik.

”Ya, sampai pukul 12.00 WIB ini yang mendaftar di hari kedua jalur afirmasi baru sebanyak 304 calon siswa,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Batam, Tri Wahyu Rubianto, Selasa (4/6).
Menurutnya, dari total pendaftaran tersebut tidak semua yang mendaftar jalur afirmasi. Ada juga sebagian besar orangtua yang hanya sekadar membuat akun PPDB sehingga pada saat pembukaan jalur zonasi nanti mereka tinggal mendaftar saja.

”Saya lihat dari dashboard executive information system PPDB 2024 seperti itu. Makanya ada banyak berkas yang tidak terselesaikan, karena memang baru buat akun saja,” jelasnya.


Disebutkan Tri, sampai hari kedua PPDB, jumlah pendaftar yang telah menye-lesaikan akun sebanyak 354 orang. Rinciannya, 287 di hari pertama dan 67 siswa pada hari kedua.
Untuk PPDB jalur afirmasi, pihaknya menyediakan 1.879 kuota atau 15 persen dari total keseluruhan. Pendaftaran jalur afirmasi ini dibuka mulai tanggal 3-7 Juni. Panitia juga akan langsung mengumumkan hasil seleksi sehari setelah pendaftaran ditutup 8 Juni 2024.

Baca Juga: Waktu Tempuh Lebih Singkat, Harga Tiket ke Singapura Lebih Mahal Dibanding ke Malaysia

Bagi orangtua yang anaknya tidak lolos jalur afirmasi tak perlu berkecil hati, sebab masih bisa melanjutkan pendaftaran jalur zonasi. Jalur tersebut akan mulai dibuka berbarengan dengan perpindahan orangtua mulai 19 Juni 2024 mendatang.

”Kalau tahun lalu kan gak bisa, hanya di satu jalur saja. Namun di tahun ini mereka yang pernah mendaftar di jalur afirmasi dan jika gagal maka dapat mendaftar di jalur zonasi,” katanya.

Tri mengatakan bahwa permasalahan PPDB di tahun ini masih seputar daya tampung yang terbatas. Berdasarkan hasil pendataan jumlah siswa yang akan lulus dari SD tahun ajaran 2024/2025 mencapai 22.381. Sedangkan untuk jumlah lulusan SMP tahun ajaran 2024/2025 secara keseluruhan mencapai 19.346. Artinya terdapat kelebihan daya tampung dari SD ke SMP yang jumlahnya mencapai kurang lebih tiga ribu peserta didik.

Panitia PPDB SDN 008 Batam Kota memantau calon murid yang akan melakukan pendaftaran secara online, Selasa (4/6). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

Tahun ini, Disdik Kota Batam berencana menambah daya tampung (RDT) untuk jenjang SD negeri sebanyak 11.503 siswa atau 411 rombongan belajar (rombel). Sementara total rencana daya tampung (RDT) di SMP negeri 11.761 siswa atau 359 rombel.

Untuk mengantisipasi membeludaknya pendaftaran ke sekolah negeri, pihaknya akan mengusulkan optimalisasi siswa per kelas.

”Kapasitas per kelas 40 siswa. Ini kami usulkan kepada pimpinan, sebagai langkah antisipasi membeludaknya pendaftaran ke sekolah negeri. Memang akan padat dan penuh sesak. Makanya tetap kami imbau kepada orangtua yang mampu mendaftarkan anaknya di sekolah swasta. Karena mutu pendidikan juga bagus, dan ruang kelas masih renggang,” paparnya.

Anggota Komisi IV, Muhammad Mustofa, menegaskan bahwa solusinya harus segera ditemukan untuk menampung semua calon peserta didik. “Berdasarkan data, Batam memiliki daya tampung 22 ribu siswa untuk SD dan 12 ribu untuk SMP. Namun, banyak orangtua lebih memilih sekolah negeri yang gratis, sehingga membebani sekolah negeri dan memicu kekurangan ruang kelas,” kata dia kepada Batam Pos, Senin (3/6).

Mustofa menekankan pentingnya memberdayakan sekolah swasta yang telah banyak berdiri di Batam. Dia mengusulkan bantuan operasional bukan untuk sekolah, tetapi langsung kepada murid yang membutuhkan.

Baca Juga: UKT Polibatam Tidak Berubah

”Kita bantu muridnya, bukan sekolahnya. Ini merupakan perhatian pemerintah kepada masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan dari APBD,” jelas Mustofa.

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan di sekolah swasta dan mendorong orangtua untuk menyekolahkan anaknya di sana. “Pastinya solusi ini bisa berdampak kepada masyarakat terkait biaya pendidikan,” jelasnya.

DPRD Kota Batam akan terus memantau proses PPDB dan memberikan masukan kepada pemerintah daerah untuk kelancaran dan peningkatan kualitas pendidikan di Batam. “Kami bakal pantau terus proses ini hingga berjalan lancar dan selalu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan,” tutupnya.

Sementara itu, untuk PPDB SMA dan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Kepri telah mengeluarkan petunjuk teknis secara menyeluruh. Dalam petunjuk teknis, PPDB akan dibuka mulai tanggal 11 Juni. Untuk SMK, pendaftaran dibuka tanggal 11-13 Juni. Selanjutnya ada tahapan verifikasi dokumen dan akan diumumkan tanggal 19 Juni pendaftaran ulang dilaksanakan tanggal 20-22 Juni 2024.

Jenjang SMA, ada pendaftaran jalur afirmasi, perpindahan tugas orangtua dan prestasi, pendaftaran dilaksa-nakan pada tanggal 11-13 Juni. Selanjutnya ada verifikasi dokumen dan diumumkan pada tanggal 20-22 Juni. Untuk jalur zonasi pendaftaran dimulai tanggal 19 Juni. Selanjutnya ada verifikasi dokumen dan diumumkan pada tanggal 28 Juni.

Baca Juga: 79.179 Kunjungan Wisman ke Batam, Siapa Mereka?

Dalam juknis ini juga sudah diatur kuota daya tampung dari masing-masing sekolah. Untuk kuota daya tampung SMA dan SMK Negeri di Batam yakni SMAN 1 sebanyak 468 siswa untuk 23 rombel dengan sistem daring, SMAN 2 sebanyak 144 siswa untuk 4 rombel dengan sistem daring, SMAN 3 Batam sebanyak 432 untuk 22 rombel dengan sistem daring.

SMAN 4 sebanyak 442 siswa untuk 12 rombel dengan sistem daring, SMAN 5 sebanyak 432 siswa untuk 23 rombel dengan sistem daring, SMAN 6 sebanyak 36 siswa untuk satu rombel dengan sistem kombinasi. Sedang SMAN 7 ada 72 siswa untuk 2 rombel dengan kombinasi, SMAN 8 sebanyak 576 siswa untuk 16 rombel dengan sistem daring, SMAN 9 sebanyak 72 siswa untuk dua rombel dengan sistem kombinasi.

Selanjutnya SMAN 10 sebanyak 144 siswa untuk 4 rombel dengan sistem kombinasi, SMAN 11 sebanyak 72 siswa untuk 2 rombel dengan sistem kombinasi, SMAN 12 sebanyak 252 siswa untuk 7 rombel dengan sistem daring, SMAN 13 sebanyak dua 72 siswa untuk 2 rombel dengan sistem kombinasi. Lalu, SMAN 14 sebanyak 288 siswa untuk 8 rombel dengan sistem daring, SMAN 15 sebanyak 324 siswa untuk 9 rombel dengan sistem daring, SMAN 16 sebanyak 288 siswa untuk 36 dengan sistem daring, SMAN 17 sebanyak 396 siswa untuk 11 rombel dengan sistem daring.

Kemudian, SMAN 18 sebanyak 432 siswa untuk 12 rombel dengan sistem daring, SMAN 19 sebanyak 396 siswa untuk 11 rombel dengan sistem daring, SMAN 20 sebanyak 432 siswa untuk 12 rombel dengan sistem daring, SMAN 21 sebanyak 288 siswa untuk 8 rombel dengan sistem daring, SMAN 22 sebanyak 36 siswa untuk satu rombel dengan sistem kombinasi, SMAN 23 sebanyak 360 siswa untuk 10 rombel dengan sistem daring, SMAN 24 sebanyak 360 siswa untuk 10 rombel dengan sistem daring, SMAN 25 sebanyak 432 siswa untuk 12 rombel dengan sistem daring. Dan SMAN 26 sebanyak 360 siswa untuk 10 rombel dengan sistem daring, SMAN 27 sebanyak 360 siswa untuk 10 rombel dengan sistem daring, SMAN 28 sebanyak 360 siswa untuk 10 rombel dengan sistem daring dan SMAN 29 sebanyak 144 siswa untuk 4 rombel dengan sistem daring. Total kuota SMA di Batam tahun ini sebanyak 8.460 siswa.

SMKN I Batam sebanyak 756 siswa untuk 21 rombel dengan sistem daring, SMKN 2 Batam sebanyak 648 siswa untuk 18 rombel dengan sistem daring, SMKN 3 Batam sebanyak 634 siswa untuk 18 rombel dengan sistem daring, SMKN 4 Batam sebanyak 576 siswa untuk 16 rombel dengan sistem daring, SMKN 5 Batam sebanyak 1.332 siswa untuk 37 rombel dengan sistem daring. SMKN 6 Batam sebanyak 648 siswa untuk 18 rombel dengan sistem daring, SMKN 7 Batam sebanyak 620 untuk 18 rombel dengan sistem daring, SMKN 8 Batam sebanyak 540 siswa untuk 14 rombel dengan sistem daring, SMKN 9 Batam sebanyak 216 siswa untuk 6 rombel dengan sistem daring, SMKN 10 Batam sebanyak 108 siswa untuk 3 rombel dengan sistem daring dan SMKN 11 Batam sebanyak 144 untuk 4 rombel dengan sistem daring. Total kuota SMKN di Batam sebanyak 6.222 siswa untuk 174 rombel.

Dalam juknis yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung tanggal 1 Maret 2024 ini, kuota daya tampung SMA dan SMK Negeri di Batam sebanyak 14.682 siswa. Jumlah kuota ini tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya.

Selain kuota daya tampung SMA,SMK dan SLB yang leng-kap, dalam juknis ini juga telah merincikan proses dari pendaftaran hingga penetapan hasil PPDB dan pendaftaran ulang. Berikut tahapan proses pendaftaran yang dimaksud.

Jenjang SMK, pendaftaran dibuka tanggal 11-13 Juni. Selanjutnya ada tahapan verifikasi dokumen dan akan diumumkan tanggal 19 Juni pendaftaran ulang dilaksanakan tanggal 20-22 Juni 2024.

Jenjang SMA, ada pendaftaran jalur afirmasi, perpindahan tugas orangtua dan prestasi, pendaftaran dilaksanakan pada tanggal 11-13 Juni. Selanjutnya ada verifikasi dokumen dan diumumkan pada tanggal 20-22 Juni. Untuk jalur zonasi pendaftaran dimulai tanggal 19 Juni. Selanjutnya ada verifikasi dokumen dan diumumkan pada tanggal 28 Juni.

Untuk jenjang SLB, pendaftaran dibuka tanggal 11 hingga 16 Juni dan diumumkan pada tanggal 19 Juni. Kuota SLB di Batam sebanyak 126 orang untuk enam rombongan belajar.
Data yang didapat Batam Pos dari Dinas Pendidikan Kota Batam jumlah tamatan SMP tahun ini sebanyak 19.346 siswa, sementara kuota daya tampung SMA dan SMK Negeri di Batam sesuai juknis dari Disdik Kepri sebanyak 14.682. Artinya, ada sekitar 5.000-an tamatan SMP yang tidak terakomodir dalam PPDB SMA/SMK negeri nanti.

Ini jadi kekuatiran serius bagi orangtua yang anaknya baru tamat SMP, sebab peluang untuk tidak lolos PPDB SMA/SMK Negeri cukup besar. Padahal mereka sangat menginginkan agar anak mereka masuk sekolah Negeri untuk menghemat biaya pendidikan anak.

”Apalagi mau gratiskan SPP, makanya harus masuk ke sekolah negeri anak saya ini. Semoga bisa lolos di PPDB nanti,” kata Agus, warga Sagulung.

Saat ini para orangtua ini tengah mempersiapkan berkas pendaftaran anak mereka. Saat PPDB dibuka nanti mereka akan langsung mendaftar dan berharap anak mereka lolos.
Dinas Pendidikan Provinsi Kepri melalui juknis yang telah keluar sudah mematok kuota daya tampung dari masing-masing sekolah yang ada. Kuota ini sudah sesuai kemampuan sekolah dalam menambah siswa baru mereka. Ada beberapa sekolah yang memang kuotanya diatas 1.000 an siswa agar lebih banyak mengakomodir peminat sekolah negeri tersebut.

”Itu sudah batasan maksimalnya. Itulah kemampuan daya tampung yang Ada di Batam,” ujar Kepala Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri di Batam Kasdianto.

Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk tingkat SMA/SMK dan sederajat sudah semakin dekat. Orangtua yang anaknya baru tamat pendidikan tingkat SMP mulai persiapan berkas pendaftaran anak mereka. SMA dan SMK negeri jadi tujuan utama sebagai persiapan PPDB anak-anak mereka.

Alasan orangtua memilih sekolah negeri umumnya sama yakni lebih ringan biaya pendidikan. Bahkan tahun ini diprediksi peminat SMA dan SMK negeri meningkat dari tahun sebelumnya sebab ada wacana pemerintah untuk menggratiskan SPP siswa SMA dan SMK Negeri tahun 2025 nanti.

”Yang pasti di sekolah negeri biaya pendidikan lebih murah. Apalagi belakangan muncul kabar mau digratiskan SPP SMA dan SMK tahun depan, saya berharap anak saya bisa masuk ke sekolah negeri. Berkas pendaftaran sudah saya sediakan semua. Saat PPDB buka nanti langsung saya daftarkan,” kata Husnul, warga perumahan Puteri Tujuh yang ingin daftarkan anaknya ke SMKN I Batam. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update