Rabu, 14 Januari 2026

Gas 3 Kg di Belakangpadang Sulit Didapat, Warga Terpaksa Beralih ke Kayu Bakar

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Seorang warga Belakangpadang membawa tabung gas kosong ke Batam untuk mencari gas 3 Kg, Selasa (28/11). F.Dalil Harahap

batampos – Sejumlah warga Kecamatan Belakang Padang mengeluhkan gas 3 kg atau gas melon langka di pasaran. Sebagian warga pun beralih ke tungku kayu bakar guna memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Kariah, warga Belakang Padang mengaku sudah keliling bahkan hingga ke kampung sebelah untuk mencari gas melon subsidi tersebut. “Sudah putar-putar keliling kampung sebelah juga namun tetap kosong. Dari pada enggak masak, ya mau tak mau terpaksa pakai kayu bakar,” ujarnya, Selasa (28/11).

Kariah mengaku kondisi ini sudah dirasakan sejak sepekan terakhir. Warga sangat sulit mendapatkan gas elpiji. Kalaupun ada itu dijual di pengecer yang harganya berkisar Rp 20 ribu per tabung.

“Itupun terbatas, sekarang malah gak ada lagi di pengecer. Gak tau juga apa penyebabnya,” tuturnya.

Baca Juga: Sampah Tak Kunjung Diangkut, Warga Tanjunguncang Kembali Meradang

Hal senada dikatakan Sari. Ia mengaku sudah satu pekan berahli ke kayu bakar. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Semua pangkalan di sini gak tersedia (Kosong-red). Ya kita harus inisiatif sendiri cari kayu. Kalau sudah kosong di sini harus cari ke Batam,” ujarnya.

Ibu dua anak ini mengaku harus membawa tabung gas kosong menuju Batam. “Belakangpadang sudah lama kosong. Kalau ada stok, banyak warga yang tak kebagian. Harus cari ke Batam,” ungkapnya. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update