Senin, 16 Maret 2026

Gas Melon Langka di Marina

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Gas elpiji 3 kilogram. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Sejumlah warga Marina, Sekupang, mengeluh sulitnya mendapatkan gas elpiji ukuran tiga kilogram atau gas melon. Kondisi ini sudah dirasakan masyarakat sejak beberapa hari terkahir.

Beberapa pemilik pangkalan gas mengaku pasokan gas elpiji tidak masuk ke pangkalan sehingga menyebabkan stok kosong.

“Ya, sudah beberapa hari mutar-mutar nyari gas melon ini. Pangkalan yang biasa jual masih kosong,” ujar Anita, warga Marina, Jumat (21/10/2022).

Baca Juga: Pariwisata Bangkit, Ekonomi Kepri Tumbuh 5,01 Persen

Hal senada juga dikatakan Vera, warga Marina lainnya. Pangkalan yang berada di wilayahnya sudah beberapa hari ini tak menjual gas melon karena kosong.

Kondisi ini tentu dikeluhkan warga karena mau tidak mau mereka harus membeli gas dengan harga yang cukup tinggi.

“Kalau di warung masih ada satu satu. Itupun harganya di atas Rp 23 ribu per tabung,” bebernya.

Baca Juga: Hadiri Bazar Kuliner Central, Bertabur Hadiah Tanpa Diundi

Ibu dua anak itu berharap pemerintah segera mengantisipasi kekosongan gas melon di pangkalan ini. Apalagi gas elpiji 3 kilogram ini sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

“Kondisi sulit seperti ini jangan dipersulit lagi lah harusnya. Ini semua udah naik, gas subsidi pun ikut sulit kami dapatkan,” sesalnya.

Wati salah seorang pemilik pangkalan gas elpiji di wilayah Marina membenarkan jika gas melon kosong sejak beberapa hari terkahir. Diakuinya pasokan gas tidak masuk ke pangkalan dan belum mengetahui kapan gas akan masuk lagi.

Baca Juga: Daftar Rumah Sakit Rujukan Gagal Ginjal Akut di Batam

“Seharusnya kamis kemarin diantar, tapi sampai sekarang belum masuk. Kita gak tau juga apa penyebabnya, kalau beberapa hari ini memang kosong,” ujarnya.

Dilanjutnya, untuk harga elpiji 3 kilo subsidi ini masih sama yakni Rp 18 ribu per tabung. “Kalau harga masih normal, cuma stok aja yang lagi kosong saat ini. Bisa jadi terkendala distribusi k pangkalan sehingga pengiriman menjadi terlambat,” bebernya.(*)

Reporter: Rengga Yuliandra

SALAM RAMADAN