Minggu, 25 Januari 2026

Gedung Beringin Sekupang Bakal Disulap Jadi Pusat Seni dan Kreativitas

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Gedung Beringin di Sekupang. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Rencana Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk menyulap Gedung Beringin menjadi Taman Budaya mendapat sambutan positif dari warga Sekupang. Mereka menilai, langkah ini dapat menghidupkan kembali kegiatan seni, budaya, dan ekonomi kreatif yang selama ini lesu di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan konsep revitalisasi Gedung Beringin agar bisa menjadi wadah berekspresi bagi pelaku seni dan masyarakat luas.

“Insyaallah, Gedung Beringin akan kita sulap menjadi Taman Budaya. Tempat ini akan menjadi ruang berekspresi bagi generasi muda Batam, para pekerja seni, dan penggiat budaya,” ujar Ardiwinata, Senin (3/11).

Langkah itu disambut antusias oleh warga sekitar. Mereka berharap pemerintah segera merealisasikan rencana tersebut karena Gedung Beringin kini terbengkalai dan menjadi pemandangan kumuh di pusat Kecamatan Sekupang.

Iwan, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi, mengatakan bangunan bersejarah itu sudah lama tidak digunakan dan memprihatinkan kondisinya.

“Kami setuju kalau pemerintah mau menghidupkan lagi tempat ini. Sudah terlalu lama kosong, padahal dulu ramai untuk acara-acara masyarakat,” ucapnya.

Senada, Julia, warga lainnya, menilai pengalihfungsian Gedung Beringin menjadi Taman Budaya bisa membawa dampak positif, terutama bagi anak muda dan komunitas seni di Batam.

“Kalau jadi Taman Budaya, bagus sekali. Anak-anak muda bisa punya tempat untuk menyalurkan bakat. Tidak perlu jauh-jauh kalau mau latihan atau tampil,” ujarnya.

Sementara itu, Odit, tokoh masyarakat Sekupang, menyebut rencana ini bisa menjadi momentum kebangkitan kebudayaan di Batam. Menurutnya, keberadaan ruang publik berbasis budaya akan memperkuat karakter dan jati diri daerah.

“Taman Budaya bisa jadi ikon baru Batam. Selain untuk seni, juga bisa dimanfaatkan untuk pelatihan UMKM, kegiatan literasi, atau festival budaya. Kami warga sangat mendukung,” katanya.

Warga lainnya juga berharap, pemerintah tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga menghidupkan kembali fungsi sosialnya agar Gedung Beringin benar-benar menjadi pusat aktivitas masyarakat.

“Daripada bangunannya dibiarkan rusak, lebih baik dipugar dan dimanfaatkan. Bisa jadi tempat wisata budaya juga,” ujar Siti, warga lainnya.

Gedung Beringin sendiri dibangun pada 1986 oleh Otorita Batam dan dahulu menjadi pusat kegiatan seni, budaya, hingga pertemuan resmi pemerintah. Namun, sejak Batam bergabung dalam wilayah Provinsi Kepulauan Riau pada 2004, aktivitas di gedung itu perlahan menurun hingga akhirnya terbengkalai.

Dengan dukungan warga dan komitmen pemerintah, revitalisasi Gedung Beringin menjadi Taman Budaya diharapkan mampu menjadi simbol kebangkitan seni dan kebudayaan di Kota Batam. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update