
batampos – Hujan deras yang mengguyur Kota Batam pada Minggu (3/8) siang mengakibatkan genangan air di sejumlah ruas jalan, khususnya di wilayah Batuaji dan Sagulung.
Meski tidak sampai menyebabkan banjir besar, genangan cukup menghambat arus lalu lintas dan membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas.
Pantauan di lapangan, genangan paling banyak terjadi di jalan-jalan masuk pemukiman, seperti kawasan Marina, Tanjungriau, dan jalan masuk kavling baru Sagulung. Beberapa titik di jalan utama juga terdampak, antara lain Jalan Marina City, Jalan R. Suprapto di depan SPBU Simpang Basecamp, serta Jalan Brigjen Katamso dekat SPBU Tanjunguncang.
“Genangan memang tidak tinggi, tapi cukup mengganggu. Kami harus pelan-pelan supaya air tidak nyiprat ke pengendara lain. Ini sangat memperlambat laju kendaraan,” ujar Ardian, seorang pengguna jalan yang sehari-hari melintasi kawasan Sagulung, Minggu sore.
Masalah utamanya adalah posisi badan jalan yang lebih rendah dari median jalan dan sistem drainase. Tidak adanya jalur keluar air menyebabkan air hujan mengendap di badan jalan. Selain itu, drainase di beberapa lokasi terlihat tersumbat oleh sampah dan tanah, bahkan beberapa di antaranya menyempit karena abrasi dan longsor akibat tidak adanya penguat seperti batumiring atau semenisasi.
Pemerintah Kota Batam sendiri saat ini masih fokus pada program peningkatan akses jalan. Namun, beberapa waktu lalu, tim gabungan dari Pemko Batam dan BP Batam sudah mulai melakukan survei lapangan untuk program normalisasi drainase sebagai langkah antisipasi jangka panjang.
Warga berharap agar perbaikan tidak hanya fokus pada pelebaran jalan, namun juga sistem drainase yang selama ini terabaikan. “Jalan lebar tidak ada gunanya kalau air tergenang dan memperlambat laju kendaraan. Drainase harus diprioritaskan,” ujar Rusman, tokoh masyarakat di Marina.
Dengan curah hujan yang masih cukup tinggi beberapa waktu ke depan, upaya pencegahan melalui perbaikan drainase diharapkan bisa dipercepat agar kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga. (*)
Reporter: Eusebius Sara



