
batampos – Musim hujan yang terus mengguyur Kota Batam dalam beberapa pekan terakhir di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Batuaji dan Sagulung menyebabkan kerusakan jalan semakin parah, sehingga membahayakan pengguna jalan dan memicu kemacetan, terutama di jam-jam sibuk.
Salah satu titik terparah berada di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) depan Sentosa Perdana (SP) Plaza Sagulung. Di lokasi ini, genangan air yang tak kunjung surut membuat aspal terkelupas dan membentuk lubang-lubang besar. Setiap hari, lubang-lubang ini digilas kendaraan berat dan menyebabkan kerusakan semakin meluas.
“Kalau hujan sedikit saja, air langsung menggenang dan tidak surut-surut. Bisa seharian bahkan sampai berhari-hari. Karena itu jalan ini cepat rusak,” ujar Andri, warga sekitar yang setiap hari melewati jalan tersebut.
Ia menyebutkan bahwa genangan air tidak mengalir ke parit karena saluran air yang tersumbat dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Kondisi serupa juga tampak di sepanjang Jalan R Suprapto, Batuaji. Terdapat banyak titik kerusakan dengan aspal yang mengelupas dan jalan yang berlubang. Genangan air di sepanjang jalur ini menyebabkan kendaraan harus melambat, dan tak jarang membuat arus lalu lintas tersendat, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja.
Menurut pantauan di lapangan, ruas jalan yang berlubang seringkali tak terlihat karena tertutup air, sehingga membahayakan pengendara roda dua. Banyak pengendara yang terpaksa menepi atau berbelok mendadak untuk menghindari lubang, yang berisiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Selain mengganggu keselamatan, kerusakan jalan ini juga berdampak pada efisiensi waktu masyarakat. Waktu tempuh yang seharusnya singkat menjadi lebih lama karena kemacetan yang dipicu kondisi jalan yang buruk. Pengendara berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh.
Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, menyatakan bahwa pihaknya sudah memulai penataan ulang ruas Jalan R Suprapto. Salah satu langkah yang sedang ditempuh adalah melanjutkan proyek pelebaran jalan menjadi lima jalur dari simpang Puteri Hijau.
“Proyek pelebaran ini diharapkan dapat mengurai kemacetan dan sekaligus memperbaiki kualitas jalan. Kami juga akan mengatasi masalah drainase agar air tidak lagi menggenang saat hujan turun,” ujar Suhar. Ia menegaskan bahwa perbaikan dilakukan secara bertahap namun merata di seluruh titik yang terdampak.
Suhar juga meminta masyarakat untuk bersabar dan mendukung upaya pemerintah dengan tidak membuang sampah sembarangan yang bisa menyumbat saluran air. Ia mengakui bahwa pekerjaan ini butuh waktu, namun pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki infrastruktur jalan secara berkelanjutan.
Dengan perbaikan yang dilakukan dan koordinasi antarinstansi terkait, diharapkan kerusakan jalan di Batuaji dan Sagulung bisa segera teratasi. Masyarakat pun mendambakan akses jalan yang aman, nyaman, dan bebas dari genangan air setiap kali musim hujan tiba. (*)
Reporter: Eusebius Sara



