Kepala BP Batam, Muhammad Rudi. F Humas BP Batam untuk Batam Pos.
batampos – Pelabuhan di Batam memperlihatkan perkembangan yang positif. Hal itu terlihat dari data Badan Usaha Pelabuhan Badan Pengusahaan (BP) Batam, ada peningkatan kunjungan kapal ke pelabuhan di wilayah kerja BP Batam.
Per triwulan I tahun 2024, peningkatannya sebesar 9 persen atau sebanyak 24.818 Call. Sedangkan dari sisi GT (Gross Tonnage) terdapat peningkatan sebesar 15% dibandingkan periode yang sama di Tahun 2023 atau mencapai 12.198.068 GT.
Adapun jumlah kunjungan kapal tersebut meliputi kapal barang maupun penumpang yang berkegiatan di wilayah kerja Badan Pengusahaan Batam. Peningkatan jumlah kapal yang datang ke pelabuhan di Batam, menjadi indikasi positif perkembangan ekonomi Batam.
Tentunya ini sesuai dengan yang dicita-citakan oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi. Ia mengatakan, perkembangan ekonomi akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Jika semua tumbuh dan berkembang, ekonomi meningkat pasti masyarakat Batam semakin sejahtera,” kata Rudi.
Demi mewujudkan itu, Rudi mengatakan akan selalu berkomitmen meningkatkan pelayanan dan kemudahan investasi. Investor semakin banyak datang memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja, pergerakan ekonomi di Batam serta peningkatan arus lalu lintas kapal.
Semua sektor bisa bergerak dan memberikan pengaruh besar terhadap perekonomian di Batam.
Kawasan Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar yang menjadi salah satu tumpuan kegiatan ekspor impor di Batam. F Humas BP Batam untuk Batam Pos
Hal itu dibenarkan oleh Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Dendi Gustinandar. Ia mengatakan, peningkatan jumlah kunjungan kapal dari sisi Call dan GT merupakan sebuah bukti bahwa pelabuhan di Batam masih terus diandalkan sebagai gerbang masuk domestik dan internasional untuk arus barang maupun penumpang.
“Meningkatnya kunjungan kapal di Pelabuhan Batam yang terdiri dari Pelabuhan Barang dan Pelabuhan Penumpang dapat diartikan sebagai indikator positif perkembangan ekonomi Batam, karena semakin banyak kapal yang melintasi Perairan Batam untuk mengangkut barang dan penumpang,” ucap Dendi.
Dendi menambahkan, di Pelabuhan Barang yang terdiri dari Terminal Umum Batu Ampar, Terminal Peti Kemas Batu Ampar, Terminal Umum Curah Cair Kabil, Terminal Umum SCN Kabil, Terminal Roro Sekupang, Terminal Umum Sekupang, Terminal MagCobar dan Perairan Batam mencatatkan peningkatan kunjungan kapal dari sisi call sebesar 15% atau 7.666 Call, dan dari sisi GT sebesar 15% atau mencapai 12.023.354 GT pada Triwulan I Tahun 2024.
Sementara itu, di Pelabuhan Penumpang, terjadi peningkatan kunjungan kapal dari sisi Call sebesar 6% menjadi 17.152 Call, dan peningkatan dari sisi GT sebesar 39% menjadi 174.714 GT dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini salah satunya dipicu arus mudik Angkutan Lebaran Tahun 2024 yang sudah dimulai sejak H-15 Lebaran atau 26 Maret 2024.
“Secara keseluruhan, peningkatan kunjungan kapal ke Pelabuhan Batam menegaskan posisi Batam sebagai salah satu tumpuan dalam pertumbuhan perekonomian Nasional dan konektivitas regional,” ungkapnya.
BP Batam terus meningkatkan sarana dan pra sarana, untuk memperkokoh peranan pelabuhan-pelabuhan di wilayah kerjanya. Salah satu pelabuhan yang mendapatkan perhatian serius adalah Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar.
Saat ini, Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar sudah memiliki satu unit Ship to Shore (STS) Crane dan 2 unit HMC (Mobile Harbor Cranes) untuk melayani bongkar muat kapal petikemas. Sejak dioperasikan satu unit STS crane dan 2 HMC, produktivitas di Pelabuhan Petikemas Batu Ampar meningkat. Awalnya hanya 8 box per jam, sekarang menjadi 24 boc per jam.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan, perkembangan Pelabuhan Batu Ampar tidak berhenti sampai disini saja. Beberapa waktu ke depan, direncanakan akan dioperasikan 5 unit STS Crane dan 12 unit Rubber Tyred Gantry Crane (RTG). Selain itu, juga akan dibangun container yard seluas 12 hektare dan pengembangan terminal peti kemas dengan kapasitas 2 juta TEuS.
Selain meningkat saran di Pelabuhan Batu Ampar, juga dilakukan lobi-lobi untuk pengangkutan barang dari Batam langsung ke negara tujuan ekspor. 31 Maret lalu, pertama kali dalam sejarah Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar, pelayaran langsung dari Batam ke China menggunakan Kapal Kargo MV SITC Hakata.
Pelayaran ini diyakini oleh Rudi, memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekspor-impor di Kota Batam ke depan.Sehingga, kemudahan yang ada dapat meningkatkan nilai ekspor maupun impor.
“Semua jadi lebih mudah dan akan mempengaruhi harga komoditas agar lebih terjangkau. Jadi, masyarakat pun bisa lebih sejahtera,” ucapnya.
Di samping itu,Rudi meyakini bahwa kebijakan terkait pelayaran langsung ini juga bertujuan untuk mewujudkan pelabuhan bongkar muat peti kemas berstandar internasional di Batam ke depannya.
Mengingat, BP Batam berkomitmen untuk terus menggesa pembangunan serta pengembangan Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar agar mampu bersaing dengan pelabuhan modern lain. Baik di Indonesia maupun mancanegara.
“Akses menuju ke Pelabuhan Batu Ampar juga terus dibangun dan diperbaiki. Sehingga, pelabuhan ini pun sudah siap untuk bersaing dan melayani bongkar muat berstandar internasional. Tugas kita adalah mendukung perkembangan dan kemajuan Batam saat ini,” ujarnya. (*)