Rabu, 28 Januari 2026

Gigi Berlubang dan Serumen Dominasi Temuan Pemeriksaan Kesehatan Siswa di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Puskesmas Tiban Baru melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis di SMPN 20 Batam

batampos – Pemeriksaan kesehatan gratis bagi pelajar di Kota Batam terus berjalan. Hingga akhir Juli 2025, sebanyak 4.113 siswa dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK telah menjalani skrining kesehatan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan program ini merupakan langkah awal untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan pada anak sejak dini.

“Untuk jenis penyakitnya, kita cari dan rekap dulu. Pemeriksaan ini memang skrining awal, jadi kami telusuri dulu apa yang dominan, baru nanti bisa dipetakan penanganannya,” ujar Didi, Selasa (5/8).

Meski pendataan masih berlangsung, beberapa temuan penyakit yang mulai menonjol di antaranya adalah karies atau gigi berlubang, serumen (kotoran telinga), gangguan refraksi (masalah penglihatan), obesitas, dan risiko anemia. Dari berbagai temuan itu, kasus gigi berlubang dan serumen menjadi yang paling banyak ditemukan.

“Gigi berlubang dan serumen paling sering ditemukan sejauh ini,” ujar Didi.

Seperti diketahui serumen merupakan zat seperti lilin yang diproduksi oleh kelenjar di saluran telinga luar dan jika berlebihan bisa mengganggu pendengaran anak.

Didi menegaskan, jika dari hasil pemeriksaan ditemukan gangguan kesehatan yang perlu ditindaklanjuti di rumah sakit, siswa akan dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan. Biaya pengobatan tidak perlu dikhawatirkan, karena dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan maupun Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

“Kalau memang perlu dirujuk ke rumah sakit, tidak perlu khawatir. Sudah ada BPJS dan Jamkesda,” katanya.

Petugas puskesmas akan mendampingi proses rujukan dan berkoordinasi dengan pihak sekolah maupun keluarga siswa untuk memastikan penanganan lanjut berjalan baik.

Pemeriksaan dalam program CKG mencakup pengukuran tinggi dan berat badan, pengecekan mata dan telinga, pemeriksaan gigi dan mulut, serta tes hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi anemia. Untuk anak usia dini, dilakukan pula skrining tumbuh kembang untuk mendeteksi keterlambatan perkembangan.

Dengan jumlah pelajar di Batam yang mencapai lebih dari 200 ribu anak, Dinkes menargetkan seluruh siswa bisa terlayani secara bertahap melalui kerja sama lintas sektor, termasuk dengan Dinas Pendidikan Kota Batam.

“Program ini penting untuk menjamin anak-anak tetap sehat dan siap belajar. Kami ingin sekolah jadi tempat yang sehat dan aman bagi anak,” pungkas Didi. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update