
batampos – Sejumlah orang tua mengeluhkan anaknya menderita gondongan. Salah satu orang tua, Nur mengatakan awalnya penyakit ini diderita saudaranya. Lalu pindah ke anak yang paling kecil, lalu anak nomor dua dan menular ke dirinya dan anak pertamanya.
“Tadi saya ke klinik dan seminggu ini klinik ramai orang berobat sakit gondongan sama flu Singapura,” kata Nur.
Ditambahnya, dari dokter yang menangani anaknya mengatakan, penyakit ini disebabkan oleh virus (gondongan) dan menular. “Tadi dokter suruh istirahat yang cukup dan makan-makanan yang dapat meningkatkan umum,” tuturnya.
Gondongan merupakan pembengkakan menyakitkan di bagian bawah wajah dekat telinga (kelenjar parotis). Penyakit ini disebabkan oleh virus dan bersifat menular.
Biasanya gondongan dimulai dengan demam, lalu sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, dan kehilangan nafsu makan. Kemudian, kebanyakan orang akan mengalami pembengkakan kelenjar ludah atau kelenjar parotis. Hal inilah yang menyebabkan pipi dan rahang terlihat membengkak.
Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, gondongan dan flu Singapura sama-sama disebabkan oleh virus, namun bukan virus yang sama.
Gondongan disebabkan oleh infeksi virus dari golongan paramyxovirus. Virus ini bisa masuk ke dalam tubuh manusia kemudian akan menetap, berkembang biak, dan menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada kelenjar parotis.
Gejala gondongan biasanya baru akan muncul 12-25 hari setelah terinfeksi virus. Gondongan ditandai dengan pembengkakan kelenjar parotis dan gejala penyakit infeksi.
Penyebaran virus ini bisa dengan mudah terjadi saat menghirup percikan lendir saat penderita batuk, bersin, dan berbicara. Melakukan kontak langsung dengan penderita, misalnya berciuman.
Menyentuh benda-benda yang ada di sekitar penderita, lalu menyentuh hidung dan mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu dan berbagi alat makan dan minum dengan penderita.
Sementara itu untuk flu Singapura umumnya disebabkan oleh strain coxsackievirus dan yang paling sering adalah jenis A16. Coxsackievirus adalah bagian dari kelompok virus yang disebut dengan enterovirus. Virus ini dapat menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lain.
Virus jenis ini menyebar ke jaringan di mulut, sekitar amandel, dan masuk ke dalam sistem pencernaan. Pada akhirnya, penyakit ini akan menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Namun, sebelum menyerang ke organ vital di dalam tubuh, sistem kekebalan akan berusaha mengendalikannya.
Flu Singapura bisa menyebar lewat berbagai cara dari pengidapnya ke orang lain. Misalnya melalui cairan dari hidung maupun tenggorokan yang keluar saat bersin. Air liur atau ludah yang terlempar ke udara saat batuk. Cairan yang berasal dari luka melepuh dan permukaan benda yang sudah terkontaminasi oleh kotoran (tinja) pengidap.
“Jadi baik itu gondongan atau flu Singapura sebenarnya bisa hilang sendiri (self limited),” ungkap Didi.
Untuk penyakit gondongan bisa dicegah dengan memberikan imunisasi MMR (measles, mumps, rubella) pada anak-anak. Vaksin MMR berfungsi untuk melindungi tubuh dari penyakit campak, gondongan, dan rubella.
Selain itu, pencegahan gondongan juga bisa dilakukan dengan cara rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Tidak berbagi peralatan mandi atau makan dengan penderita. Menerapkan etika batuk, seperti menutup mulut dan hidung dengan tisu ketika batuk dan bersin.
“Baik gondongan maupun flu Singapura upaya pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan diri dan tangan. Makan-makanan bergizi serta perkuat imunitas dengan rajin aktivitas fisik,” ungkap Didi. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



