Rabu, 7 Januari 2026

Gowes Jadi Simbol Kebersamaan dan Gaya Hidup Sehat di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Gowes bersama unsur Forkopimda yang ditaja oleh Pemko Batam. (F.Istimewa)

batampos – Pagi yang bening menyambut ratusan kayuhan sepeda di jantung Kota Batam, Minggu (20/7). Udara masih sejuk ketika deru roda mulai berbaur dengan tawa, menyusuri jalan-jalan kota yang mulai terjaga dari tidur panjangnya.

Dalam arus manusia yang bergerak itu, tampak Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra larut dalam irama santai. Mereka menyatu dengan warga dalam sebuah perayaan hidup sehat dan kebersamaan: Gowes Santai.

Bukan sekadar olahraga, kegiatan ini menjelma jadi medium temu antara pemimpin dan rakyat, aparat dan masyarakat, elite dan komunitas. Hadir pula Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin; Kabinda Kepri, Brigjen TNI Bonar Panjaitan; Ketua DPRD Batam, Kamaluddin; Sekda Batam, Jefridin; serta jajaran Pemko dan BP Batam. Mereka bergabung tanpa sekat, seolah menghapus batas-batas formal yang biasa membelenggu dalam meja-meja birokrasi.

Baca Juga: Penyambungan Pipa Air, Pasokan di Sejumlah Wilayah Batam Terganggu

Titik awal kayuhan dimulai dari halaman Bike Associates Pollux Habibie, lalu bergerak lincah melintasi ikon-ikon Batam: Simpang Engku Putri, Ocarina, Harmoni One Hotel, Mega Mall, hingga menutup putaran di Coffee Shop Ruko Orchard.

Di sepanjang rute, tak hanya peluh yang jatuh, tetapi juga senyum yang tumbuh. Warga menyapa, pemimpin membalas. Saling menyemai kedekatan yang tak terancang oleh protokol.

Amsakar tampak menikmati momen itu dengan ringan, namun sarat makna. Dalam sela napas yang tak terlalu terburu, ia menyampaikan rasa syukurnya atas antusiasme masyarakat.

“Kegiatan ini bukan sekadar berolahraga. Ini ruang silaturahmi. Ini upaya membangun kota yang sehat, baik tubuh warganya, maupun jalinan sosialnya,” ujarnya.

Menurutnya, budaya sehat bukan sekadar perkara fisik, tapi juga cerminan peradaban. Sebab kota yang sehat tumbuh dari kebiasaan baik yang ditanam bersama—dari rumah hingga ke jalanan, dari individu ke komunitas.

Hal senada juga disampaika Li Claudia. Ia menambahkan bahwa gowes santai ini adalah metafora indah bagi perjalanan bersama.

“Kita tidak sedang berlomba. Kita melaju seiring. Gowes ini mengajarkan bahwa kebersamaan jauh lebih penting dari siapa yang tiba duluan,” katanya sambil menyeka peluh.

Baca Juga: TNI AU Gelar Mancing Ngarong ke-5 di Pantai Camar, Teluk Mata Ikan

Ia menyebut, kegiatan ini memperlihatkan wajah Batam yang ramah, penuh semangat, dan kompak. Semangat itulah yang harus terus dipelihara, terlebih dalam situasi kota yang tengah bergerak cepat sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Di mata warga, kehadiran para pemimpin dalam gowes ini bukan sekadar simbolis. Mereka merasa dihargai. Mereka merasa dilibatkan.

“Biasanya pemimpin jauh di panggung, kini mereka gowes bareng kami. Ini menyenangkan,” kata Suryadi, salah satu peserta dari komunitas sepeda Sungai Panas.

Salah satu titik kuat dari kegiatan ini adalah inklusivitas. Siapa pun boleh bergabung. Tak ada keharusan berseragam, tak ada keharusan berpangkat. Yang dibutuhkan hanya kemauan untuk hadir dan bergerak bersama. Inilah wajah Batam yang egaliter.

Di garis akhir, tak ada piala, tak ada podium. Hanya sapaan hangat dan obrolan ringan di bawah rindangnya pagi. Namun di situlah nilai-nilai hidup sehat dan sosial benar-benar hidup, di luar seremoni, di luar sorotan kamera.

Pemerintah Kota (Pemko) juga BP Batam berharap, kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin. Tidak hanya karena manfaat kesehatannya, tetapi karena potensi sosial yang dikandungnya.

“Kota bukan dibangun dengan beton saja, tapi juga dengan rasa. Dan rasa itu tumbuh dari pertemuan semacam ini,” ujar Amsakar.

Dalam langkah-langkah pedal yang sederhana, terselip harapan: semoga Batam tak hanya tumbuh megah dalam gedung-gedungnya, tetapi juga hangat dalam kebersamaan warganya. Gowes pun usai, tapi semangat hidup sehat dan guyub itu, semoga terus mengalir di jalanan kota ini. (*)

 

Reporter: Arjuna

 

 

Update