Jumat, 3 April 2026

1 Guru di Batuaji Terpapar Covid Probable Omicron

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Kasus COVID-19 varian B.1.1.529 atau Omicron kembali bertambah di Batam. Berdasarkan hasil S-Gene Target Failure (SGTF) Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam, penambahan kasus sebanyak delapan orang pada Sabtu (29/1). Sehingga dengan tambahan ini total Probable Omicron di Kota Batam saat mencapai 14 orang.

“Ya, ada tambahan delapan Probable Omicron lagi di Batam,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi, Minggu (30/1).

BACA JUGA: Omicron Mulai Mengganas di Kepri, Bertambah 8 Kasus Baru

Menurutnya, guna memastikan positif terpapar COVID-19 varian Omicron, delapan sampel probable ini masih harus melalui pengujian Whole Genome Sequencing (WGS). Selanjutnya sampel seluruh pasien ini akan dikirim ke Litbangkes Kementerian Kesehatan RI. Melalui metode pengujian WGS, protein yang terkandung dalam sampel itu dapat dipastikan merupakan protein Omicron atau bukan.

“Kami sekarang masih menunggu hasil WGS-nya. Sama halnya dengan lima pasien dan dua PMI yang juga Probable Omicron ssebelumya,” ungkap Didi.

Adapun data kedelapan pasien yang terkonfirmasi Probable Omicron ini ialah, EM, laki-laki berusia 49 tahun. Pendatang dari Jakarta, PCR karena mau pulang ke Pekanbaru, saat ini berada di Pekanbaru.

Lalu UAR, perempuan usia 27 Tahun. Ia merupakan guru SMA 23 Batuaji, PCR karena RDT Antigen positif dan saat ini dirawat di RSKI Galang. RRTS, perempuan 55 tahun, pelaku perjalanan dari Jakarta, PCR karena bergejala dan dirawat di RSKI.

MZ, perempuan 24, karyawan swasta, skrining PCR untuk operasi dan dirawat di RSKI. AW, laki-laki 29 tahun, pendatang dari Jawa Tengah, PCR untuk bekerja di Singapura dan dirawat di RSKI. KD, laki-laki 51 tahun. Pulang dari Bogor PCR karena kontak dengan kasus positif di Bogor (saudaranya).

CH, perempuan 26 tahun, PMI asal Malaysia, PCR ke-2 positif dan dirawat di RSKI. Terakhir, YA, laki-laki 59 tahun, WNA Singapura, PCR karena syarat masuk kerja dan saat ini dirawat di RSBK.

“Kita juga terus melakukan tracing kontak kepada seluruh kontak, melakukan karantina pada semua kontak erat,” ungkap Didi. (*)

Reporter : Rengga Yuliandra

UPDATE