
batampos – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau memastikan penyaluran gas bersubsidi 3 kilogram atau gas melon di Batam sudah normal. Hal itu dikarenakan penyaluran yang dimaksimalkan pasca rusaknya salah satu SPBE di kawasan Kabil.
“Untuk gas sudah tak ada masalah lagi kan. Karena memang penyaluran sudah dimaksimalkan,” ujar Gustian.
Dijelaskan Gustian, ia juga telah memastikan penyaluran gas kedepannya dengan Pertamina di Kepri dan Hiswana Migas Kepri. Sehingga tak adanya kepanikan warga akibat adanya pangkalan yang kosong.
“Saya sudah berkoordinasi, Insyallah kedepannya sudah aman. Karena memang, yang bermasalah itu hanya sebagian kecil daerah Batam. Yang lain aman,” jelas Gustian.
Baca Juga: Peringatan Hari Santri Tingkat Kota Batam, Ini yang Disampaikan Wagub Marlin
Hal itu dibuktikan Gustian saat adanya gelaran operasi pasar. Dari 4 kali operasi pasar murah yang menyediakan gas melon, hanya Batamkota peminatnya paling banyak.
“Pasar lainnya itu tak habis. Di Batamcenter, ada beberapa mobil karena itu mobil dari agen yang kecil, bukan yang besar,” sebut Gustian.
Masih kata Gustian, koordinasi dengan Pertamina dan Hiswana Migas tak hanya untuk LPG. Namun juga BBM , terutama untuk pertalite dan Solar.
“Alhamdulillah, stok sangat aman hingga akhir tahun. Jadi memang tak ada masalah,” sebut Gustian.
Sementara itu, salah satu pemilik pangkalan di Nongsa mengakui penyaluran gas melon sudah mulai membaik dibanding biasanya. Dimana sempat hampir 2 pekan, pangalannya tak mendapat jatah untuk gas melon.
Baca Juga: PT BIB dan Lion Group Tingkatkan Konektivitas Penerbangan Asia Timur ke Batam
“Sempat hampir 2 minggu kemarin tak datang, sekarang Alhamdulillah sudah mulai normal, meski ada telat-telatnya,” ungkap wanita yang enggan disebutkan namanya ini.
Dikatakannya, sebagai pemilik pangkalan ia merasa panik saat stok gas habis karena tak datang. Sebab, ia merasa seperti di teror oleh warga, karena didatangi atau dihubungi setiap saat untuk menanyakan gas sudah ada atau tidaknya.
“Seminggu yang lalu, Ya Ampun, panik saya, karena warga nuntutnya ke saya, padahal penyaluran belum ada. Tapi sekarang, mudah-mudahan aman, meski kemarin datang, hari ini sudah habis,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yashinta



