Sabtu, 17 Januari 2026

Harga Bahan Pokok Melonjak, Pemko Pastikan Harga Akan Kembali Normal

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Warga saat membeli cabai merah di Pasar Summerland, Batubesar. Foto: Yashinta/ Batam Pos

batampos – Usai perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, sejumlah harga bahan pokok di Batam mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan ini diduga dipicu oleh berbagai faktor, termasuk peningkatan permintaan selama libur panjang.

Siswanto, pedagang bahan pokok di Pasar Botania 1, menyebutkan bahwa harga beberapa komoditas telah naik drastis sejak menjelang Natal.

“Sejak menyambut Natal dan Tahun Baru, beberapa harga kebutuhan pokok sudah mulai naik. Hari ini harga lumayan mahal, terutama harga cabai,” kata dia, Senin (6/1).

Menurutnya, harga cabai merah kini mencapai Rp120 ribu per kilogram, cabai rawit Rp130 ribu per kilogram, dan cabai setan bahkan lebih mahal, berkisar Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram.

Padahal, sebelum Natal, harga cabai masih berada di kisaran Rp60 ribu hingga Rp85 ribu per kilogram.

Selain cabai, harga bawang merah Jawa naik menjadi Rp53 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih Rp36 ribu per kilogram.

Sayuran seperti bayam dan kangkung juga tidak luput dari kenaikan, kini dijual seharga Rp15 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp8 ribu hingga Rp11 ribu.

Kenaikan harga ini memberikan dampak besar pada pelaku usaha kecil, terutama sektor kuliner. Ino, seorang pedagang makanan, mengeluhkan sulitnya menyesuaikan harga jual tanpa kehilangan pelanggan.

“Kenaikan harga bahan pokok sangat tinggi. Kami mencoba menaikkan harga jual hanya seribu rupiah saja, tapi pelanggan sudah mengeluh,” ujar Ino. Ia berharap ada langkah konkret dari pemerintah atau pemasok agar harga bahan pokok kembali stabil.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Batam, Mardanis, menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan pokok saat libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru merupakan hal musiman yang terjadi setiap tahun.

“Permintaan masyarakat meningkat pada hari besar, sementara pasokan, terutama untuk sayur-mayur dari Medan dan Barelang, sempat terganggu karena libur,” jelas Mardanis.

Ia memastikan bahwa stok bahan pokok di Batam mencukupi, meski harga mengalami kenaikan.

Pemko Batam bersama Forkompimda telah menggelar rapat untuk membahas stok pangan selama libur Nataru.

“Saya sudah sampaikan bahwa harga cabai dan sayur akan naik, sementara beras dan minyak goreng relatif stabil karena HET (Harga Eceran Tertinggi) tidak bermasalah,” kata Mardanis.

Sebagai langkah jangka pendek, Pemko Batam bersama Disperindag telah mengadakan operasi pasar di beberapa kecamatan, seperti Batam Kota, Sekupang, dan Bengkong.

Operasi ini bertujuan menstabilkan harga di pasar, meski keterbatasan anggaran membuat program tersebut hanya dilakukan di empat titik.

“Kami akan terus memantau perkembangan harga dan memastikan pasokan kembali normal dalam waktu dekat,” tambah Mardanis.

Mardanis juga menyoroti pola konsumsi masyarakat selama momen perayaan yang menjadi salah satu penyebab kenaikan harga.

“Setiap tahun, saat Natal dan Tahun Baru, konsumsi meningkat, terutama untuk daging ayam. Itu menyebabkan harga selalu naik,” ujarnya. (*)

Reporter: Azis Maulana

Update